0
NEWSFLASH RIDES

Toyota Trueno AE86, ‘Sang Legenda’ Drifting Tampil Memukau di IAM MBtech 2019

April 30, 2019

iamautomodified, JAKARTA – Sebuah sedan lawas berkelir putih, Toyota Corolla AE86 Trueno, mendadak jadi pusat perhatian pengunjung di ajang Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang berlangsung di JI Expo, Kemayoran, Jakarta.

Event modifikasi yang digelar bersamaan dengan pameran Telkomsel IIMS 2019 ini menjadi momentum menarik bagi para peserta kontes.

Hal itupun dinyatakan secara langsung oleh pemilik mobil legendaris yang ingin disebut ‘Pengepul Unotek’, saat dikonfirmasi IAM beberapa hari lalu. Menurutnya, mobil tersebut diterjunkan di kontes IAM MBtech ini tujuannya ingin dilihat banyak orang, apalagi inikan momentnya pas IIMS.

“Saya suka sama modelnya sih, karena kan pertamakali JDM terkenal dari mobil ini. Tentunya kita turunin mobil di IAM MBtech ini ya kepingin semua orang bisa lihat mobil ini. Ngapain juga bangun capek-capek kalau cuma disimpen di rumah?,” kata dia.

Mobil lawas ini dibeli Pengepul Unotek dari salah seorang warga Jakarta. Awalnya, kondisi mobil tersebut sudah lumayan hancur. Hanya saja, katanya, bodi dan sasisnya masih cukup bagus.

“Sewaktu beli warna aslinya merah, kemudian ada sekitar satu jari doang yang karat. Sisanya semua bagus, belum pernah nabrak pula. Interior sama mesin doang yang kliatan hancur,” jelas pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini.

Jika menilik sejarah silam pada mobil ini, Toyota Corolla AE86 Trueno membuat ‘si pengantar tahu’ mendadak jadi viral di kalangan penggemar kecepatan alias drifting. Artinya, mobil ini sudah tentu memiliki performa mesin yang cukup mumpuni di eranya.

Inilah yang kemudian jadi faktor kebanggaan Sang Owner, dalam menampilkan gubahan lawasnya pada sedan tersebut. Mobil ini sudah mengalami facelift pada sektor eksterior, dengan merubah warna tampilan, penambahan part orsinil serta perawatan bodi.

“Kalau dari sektor tampilan, hampir semuanya berubah. Cuma kliatannya mungkin biasa-biasa saja, padahal ada beberapa part yang mesti kita beli dan import dari luar,” paparnya.

Untuk menambah nuansa racing pada sedan lawas ini, sang owner juga sudah menyematkan Velg Watanabe ukuran R14″ depan-belakang. Velg tersebut dibungkus dengan ban dari Toyo R88.

“Oleh karena di era 90-an belum ada merek seperti Brembo, AP Racing, dan lain-lain, jadi saya sesuaikan. Untuk rem Trueno ini bawahnya kan kecil tuuh, jadi saya pakai disk brake berukuran besar dari OEM Honda, kelihatannya jadi kaya Kit Brake it,” urainya.

Kemudian di sektor jantung pacunya, Pengepul juga merasa percaya diri untuk memamerkan bagian mesin yang sudah dibangun secara rapi dengan kabel-kabel tersembunyi di balik fender depan. Mesin asli 4AGE sudah dimodifikasi maksimal.

“Kalau mesin asli 4AGE hanya saja ada beberapa part penambahan seperti throttle body, girboks, piston serta final gear diganti dengan menggunakan part TRD,” kata sang owner.

Sementara di bagian dalam, kata dia, semua part dibeli menyerupai aslinya. Kalau untuk pembelian part kebanyakan impor dari Jepang. “Ada juga beberapa dari Malaysia, tapi kebanyakan saya dapatkan dari Jepang. Kalau harga relatif laah,” tandasnya.

Dia juga mengatakan, ada kebanggaan tersendiri ketika memiliki mobil Trueno ini. Karena sudah langka, jadi belum tentu orang bisa mendapatkannya. “Ya, bangga banget sih. Karena meski ada duit juga belum tentu bisa ngebangun. Meski bisa punya unitnya, juga belum tentu bisa bangun karena partnya itu langka dan sulit dicari,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply