0
NEWSFLASH RIDES

Mengusung Konsep ‘Time Attack’, Mazda MX 5 Miata Tampil Mempesona

May 5, 2019

iamautomodified.com, JAKARTA – Salah satu model custom yang tampil mencolok pada kontes Indonesia Automodified (IAM) MBtech 2019 ini adalah Mazda MX 5 Miata yang berani ‘unjuk gigi’ untuk bertarung melawan kontestan modifikasi lainnya di ajang tersebut.

Balutan konsep yang tertuang pada Mazda MX 5 Miata ini mengusung tema ‘Time Attack’ lewat beberapa penyematan yang dilakukan sang owner. Pasalnya, harga mobil seken yang telah dibeli oleh Wahyu, sang empunya, sekitar Rp. 490 jutaan dan langsung dilakukan perombakan.

“Pertamakali gw beli mobil ini tuh di Bali. Awalnya, mau pindah ke Bali dan kuliah disana tapi akhirnya gak jadi, malah gw beli mobil Miata ini. Kemudian gw beli bahan dan gw rombak di bengkel Bali Station Garage,” kisah Wahyu, saat ditemui IAM beberapa waktu lalu.

Awalnya, kata dia, cuma kepingin pasang ‘eton-eton’ doang, seperti side skirt, diffuser, splitter depan dan lain sebagainya. Lama-kelamaan Wahyu melihat model-model MX 5 Miata di Instagram yang ada di luar negeri dan di Indonesia, dan katanya masih jarang yang ekstrim bodykitnya.

“Orang-orang bengkel juga banyak yang bilang masih kurang, akhirnya gw coba beberapa model. Pas pembuatannya itu sudah 4 kali ganti model. Sebelumnya gw mau bikin rocket bunny, terus setelah dipikirkan udah banyak model rocket bunny. Akhirnya yang terakhir inilah model yang sreg menurut gw. Model ini gw liat dari RX7 nya endless Jepang time attack,” papar Wahyu.

Pengerjaan mobil ini hingga mencapai titik akhir lebih kurang 1,5 tahun. Menurutnya, dia belum sempat merasakan standarnya mobil tersebut. “Lucunya, saat gw beli mobil ini, besoknya udah masuk bengkel. Jadi gw belum sempet ngerasain standarnya ini mobil,” aku dia.

Tadinya dengan gaya model time attack tersebut, Wahyu kepingin besutan standar dengan menambahkan coilover pada kaki-kaki. Tapi akhirnya, setelah dia pikir-pikir mobil itu kepingin digunakan untuk kontes juga, lalu ditambahkanlah air suspension.

“Untuk air suspensi gw pakai Air Bright untuk balonnya, buat managementnya pakai Air Lift Performance dari USA. Kemudian untuk velg, gw pakai Rotrifoam LAR belakangnya 11,5″ depannya 11″. Lalu pakai ban Advan Neova rata depan-belakang,” kata Wahyu.

Jika menilik di sektor interior, beberapa fitur modern sudah tersematkan di generasi ini. Sebut saja audio Bose dengan speaker di sandaran kepala, sistem konektivitas MZD Connect dengan navigasi satelit, Lane Departure Warning, keyless smart key dengan tombol start, dua mode berkendara.

“Makanya kalau untuk interior gw cuma nambahin bahan swead, joknya juga masih standar, tapi gw seneng modelnya karena udah Recaro. Selain itu, soundnya juga sudah bagus, darisananya sudah menggunakan Bose,” tandasnya.

Pada sektor jantung pacu, Mazda telah menghadirkan spek mesin tertinggi yaitu 2.000 cc-4 silinder berteknologi SkyActiv. Dengan demikian, mesin ini sanggup melesat dari 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 7,1 detik untuk varian transmisi manual, sedangkan otomatik 8,2 detik.

“Makanya untuk mesin gw belum nambahin apa-apa dan masih standar. Tapi rencananya ke depan sih gw mau pasang turbo. Kalau untuk interior rencananya gw bakal balut dengan nuansa racing,” kata Wahyu.

Kemudian di sektor luar, MAzda MX 5 Miata ini dasarnya berwarna putih, kemudian Wahyu menambahkan wrapping sticker berwarna merah agar lebih berkesan racingnya. “Kalau air suspensi sama velg gw rombak di Romario, AR custom-Bandung. “Jadi gw manggil teknisinya dari Bandung untuk datang ke Bali waktu itu,” katanya.

Buat merombak body, Wahyu mengatakan sudah menguras kocek sekitar Rp. 85 jutaan, kemudian untuk air suspensi sekitar Rp. 80 jutaan. “Yaa lumayan sih harganya, dari management dan balonnya aja sudah Rp. 60 juta belum sama nginstall printilan lainnya,” jelas pria yang juga selaku Pengurus Pusat Auto Fahren di wilayah Bekasi ini.

Sementara untuk velg, Wahyu menguras biaya sebesar Rp. 95-100 jutaan. Hal itu, kata Wahyu karena pengirimannya yang rada molor, tapi meski begitu ini velg masih Brand new dan belum ada yang menggunakan.

“Kalau untuk terjun kontes di IAM ini, gw cuma buat nyari teman, pengalaman. Kontes Indonesia itu kaya apa, regulasinya gimana. Yaah semoga aja kaya Andhika mobil gw,” ucapnya.

Menurutnya, Auto Fahren member berdiri sudah 3 tahun, penggagasnya yaitu Aditya Nursuprapto alias Adit Kodok. NAma Auto Fahren berasal dari Nama Jerman yang artinya ‘Ayo Mengemudi’.

“Basisnya juga sudah ada di luar negeri yaitu di Swedia. Tahun ini Auto Fahren sudah sekitar 80-an member dari berbagai regional seperti Semarang, DKI Jakarta, Bekasi, BSD Tangerang,” tutup Wahyu.

No Comments

    Leave a Reply