0
NEWSFLASH RIDES

Besutan Minimalis Berpadu Desain Cartunist, Kado Istimewa buat ‘Si Manis’!

May 14, 2019

iamautomodified.com, JAKARTA – Besutan modifikasi yang teraplikasi pada mobil Daihatsu Ayla milik Widyo ini tampil mencuri perhatian publik, dalam kontes Daihatsu Dress up Challenge (DDC) di Indonesia Automodified (IAM) MBtech IIMS Jakarta 2019 lalu.

Tokoh cartunist Inuyasa yang tergambar jelas pada bodi city car ini rupanya telah memancing perhatian pengunjung yang kebetulan suka dengan karakter pada tokoh kartun tersebut. Guratan seni airbrush tersebut dipadu dengan sentuhan beberapa warna yang disesuaikan dengan gambar.

Kepada IAM, Widyo, sang pemilik Ayla ini mengatakan, basic mobil ini dasarnya berwarna hitam. Namun ia memadukan warna merah dan abu-abu agar menyesuaikan dengan tema airbrush. “Kebetulan anak saya suka dengan tokoh kartun Inuyasa. Jadi kita gambar untuk nyenengin anaklah, istilahnya hadiah buat dia gitu, sekalian menyalurkan bakat airbrush,” ungkap Widyo.

Sementara seluruh bodi yang terpasang pada city car ini sudah dibubuhi dengan perangkat kastem mulai dari bemper, spoiler, pintu gunting dan kap mesin yang dibuat dengan sistem motorized. “Untuk pemasangan bodykit juga kita kastem sendiri, asli buatan Indonesia,” kata dia.

Daihatsu Ayla ini juga diperkuat dengan penambahan part di sektor kaki-kaki. Untuk velg, Widyo mempercayakan Vossen R17″ lebar 78mm sebagai penopangnya. Kemudian untuk ban, Widyo memakai Hankook Ventus V2 berukuran 205/40/17 untuk depan dan 205/45/17 belakang, ditambah dengan penambahan aksesori pada velg.

Menegok ke sektor buritan, Widyo telah menjejali dengan perangkat audio full pada bagian bagasi Ayla ini. “Untuk sub woofernya saya gunakan Venom 2 buah, dan 6 buah speaker serta dua buah twitter. Ditambah lagi dengan pemasangan 3 buah monitor ukuran 7,5 inchi sebagai pelengkap,” terang Widyo.

Dandanan kosmetik audio itupun dibungkus rapi dengan penggunaan bahan sintetik dari MBtech. Tak hanya itu, MBtech juga memenuhi bagian pada plafon, backleading hingga bagian kabin. “Kemudian untuk jok depan kita pakai armrest belakang kita custom, untuk balutan kulitnya kita pakai Innova Luxury,” kata dia.

Bagian dasbor Ayla ini sengaja dibungkus dengan lapisan karbon. Biasanya, kata Widyo, pelapisan karbon itu terbungkus di area tertentu saja seperti panel, console dan lain sebagainya. “Untuk bagian dasbor Ayla ini, kita mau coba bungkus dan lapisi semuanya dengan karbon berwarna merah maroon, termasuk setir,” imbuhnya.

Bagian terunik lainnya yang terpasang pada sektor ‘kokpit’ di Ayla ini yaitu persenelingnya yang dikastem sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk ular. “Hahaha,..kalau itu hanya penghias saja. Kita menggunakan custom fiber motif ular kobra. Dengan tongkat ini jadi lebih mudah dan enteng dalam perpindahan gigi karena lebih panjang,” selorohnya.

Bagian lain yang tidak tersentuh modifikasi adalah sektor dapur pacu. Widyo beralasan karena mesin Ayla sudah cukup bagus serta sudah teruji. “Mobil ini juga sudah mencapai 113.000 KM dan gak ada kendala. Makanya untuk kali ini, saya belum terpikir untuk merombak bagian mesin,” ujarnya.

Widyo berencana kedepannya ada niat untuk merubah sektor engine. Kalau di kejuaraan DDC, penilaian yang dilakukan ada beberapa sektor diantaranya eksterior, interior, engine serta audio.

“Sebagaimana diketahui, bahwasanya dalam kontestan ini setiap kotanya harus ada sebuah perubahan yang tersemat. Untuk di Jakarta mungkin seperti ini, tapi kemungkinan di kota lainnya, berbeda,” jelas Widyo.

Karena sejak 2017 lalu, Widyo kerap tak pernah absen untuk mengikuti kejuaraan DDC. Di tahun 2017 sebanyak 11 kota diikutinya dan sempat meraih juara ketiga di kejuaraan Daihatsu Dress up Challenge.

“Intinya saya ingin mendukung kegiatan yang digelar Astra Daihatsu Motor. Selain itu, dengan event ini kita bisa silaturahmi. Kebetulan kita basisnya di Jakarta dan momentum ini saya kira cocok untuk dijadikan ajang silaturahmi,” ungkap pria yang juga tergabung di klub Daihatsu Ayla Indonesia (DAI) ini.

Secara keseluruhan, lanjutnya, Klub DAI tercatat sudah mendekati 4.000an member. Sementara chapternya ada 27 kota besar di seluruh Indonesia.

“Saya sendiri tergabung di DAI chapter Bekasi. DAI Bekasi sendiri sudah mencapai 500 member. Jadi dengan mengikuti ajang ini silaturahmi akan selalu terjaga, dimanapun berada tetap mengusung ‘Brotherhood No Limit’,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply