0
NEWSFLASH RIDES

Modifikasi Honda Genio Garapan Kupu-Kupu Malam Tak Penuhi Regulasi, Ini Alasannya!

May 17, 2019

iamautomodified.com, YOGYAKARTAModifikasi Honda Genio garapan Kupu-Kupu Malam (Kumal) tidak dapat berkompetisi di Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang berlangsung di Sleman City Hall, Jogja beberapa waktu yang lalu, walaupun tetap dapat tampil sebagai mobil “display” dan mencuri perhatian pengunjung selama 2 hari penuh.

Besutan modifikasi yang sangat ekstrim ini tak dapat masuk dalam kategori yang menjadi ketentuan pihak penyelenggara yaitu Players maupun Tuners. Pertanyaannya, seberapa ekstrimkah Honda Genio ini sehingga didiskualifikasi oleh dewan juri IAM?

Lebih jelas mengenai Players dan Tuners, dapat dibaca disini : King Automodified Dibagi Dalam Kelas Players dan Tuners, Apa Bedanya?

Diakui memang, rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam (kumal) selalu menciptakan berbagai ide, kreasi dan inovasi modif yang berbeda dari lainnya. Namun seperti dijelaskan tim judges IAM, Honda Genio lansiran tahun 94 milik Ais ini tidak dapat berkompetisi kali ini karena terdapat penambahan wheelbase sepanjang 15 cm ke depan, yang dilakukan guna menyematkan mesin LS dengan konfigurasi 8-silinder dan dua unit turbo Garret. Seperti dinyatakan dalam regulasi umum tahun 2018 hingga tahun ini, kompetitor “tidak diperbolehkan untuk melakukan perubahan (penambahan maupun pengurangan) jumlah sumbu roda (axle) maupun jarak sumbu roda depan-belakang (axle)”.

Salah seorang mekanik Kumal, Jefry, mengatakan bahwa rangka bodi sebetulnya sebagian masih ada dan nomor rangkanya juga masih ada. “Hanya saja, kaki-kaki depan kita kastem itu bikin sendiri, kemudian untuk belakang kita pakai punyanya Lexus,” kata Jefry.

Kemudian untuk menguatkan struktur bodi, mobil ini menggunakan sasis semi tubular hampir di seluruh bodi. Bahkan, system penggerak Genio yang kini diubah menggunakan penggerak roda belakang. Selain itu, mobil ini juga sudah dipasangkan air suspension 4 titik.

Sedangkan untuk velg, Honda Genio yang mengejar tampilan elegan ini dipasangkan velg 19 inci dari Dronnel type 5 dengan lebar depan 9,5 inci dan belakang 12,5 inci.

Menurut Jefry, velg ini diukir model batik dengan handmade kemudian dikrom warna emas sehingga terlihat mencolok. “Turbonya juga kita ukir dan krom emas, sama kaya dipelek. Pengerjaannya sekitar 2 bulanan lah,” kata Jefry.

Kalau untuk bodi, lanjutnya, pakai LED strip. Jadi ada dua grafis biru dan orange. “Kemudian pintu-pintu, kap mesin, hatchback kita pakai motorized. Kita juga pakai Bluetooth Controller. Jadi untuk menghidupkan lampu, buka kap, pintu serta on engine dapat dilakukan melalui smartphone,” jelas Jefry.

Jadi secara total, modifikasi ini memang sangat baik, dengan imajinasi dan kreativitas seni yang sangat mumpuni, namun, ada baiknya jika para kompetitor mempelajari dahulu seluruh ketentuan sebelum mengikuti gelaran Indonesia Automodified (IAM).

No Comments

    Leave a Reply