0
NEWSFLASH

Heboh.. Kijang Innova Raih The King, Begini Alasan Juri IAM!

August 6, 2019

iamautomodified.com, MEDAN – Pada perhelatan Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang digelar di Medan International Convention Center (MICC) pada 3-4 Agustus 2019 lalu, Toyota Kijang Innova buatan tahun 2006 berhasil menaklukan kontestan modifikasi lainnya yang berasal dari Medan dan Aceh.

Dedi Hendra Tarigan, sang pemilik Kijang berwarna hitam itu dinobatkan sebagai pemenang The King Players oleh dewan juri IAM. Kemenangan tersebut sontak membuat kontestan lainnya bertanya-tanya, mengapa MPV itu bisa unggul?

Sementara menurut peserta lainnya, tropi yang didapatnya hanya berjumlah 4 yaitu Best MPV Players, Mr. Innovation, Best Toyota Players dan Tropi The King Players.

Padahal peserta lainnya yang justru mendapatkan di atas 6 tropi justru malah tidak meraih The King, lantas apa alasan dewan juri memenangkan MPV ini?

“Sebetulnya, kalau dilihat secara normal mobil ini memang nampak biasa padahal ia sudah memenuhi kriteria. Kijang Innova ini sudah mengalami perubahan di segala sektor baik eksterior, interior, mesin, kaki-kaki, audio, serta teknologi yang berbeda dari lainnya,” papar Adit, salah seorang juri IAM.

Bahkan, tandasnya, mobil inipun sudah dilakukan pengetesan secara menyeluruh soal penyematan teknologi yang tersemat. “Kami sudah melakukan pengetesan secara menyeluruh, makanya kami tegaskan bahwa mobil ini laik mendapatkan tropi King Players,” imbuhnya.

Sementara itu, Dedi (sapaan akrabnya) juga menambahkan bahwa dirinya merasa jenuh dengan penampilan modifikasi yang melulu bicara soal bodykit, ceper-ceperan atau bahkan audio yang bertumpuk. Lantaran menurutnya, saat ini zaman sudah berubah maka diapun ingin mengaplikasikan pada tunggangannya.

“Saya sih jenuh dengan modifikasi di Medan yang hanya bercerita tentang membangun bodykit, ceper-ceperan, dan audio. Karena sekarang jamannya sudah digital, jadi saya ingin membuat sesuatu yang berbeda yaitu teknologi,” kata dia.

Dedi bisa mengontrol mobil tersebut dari jarak jauh, bahkan bisa mengoperasikan mobil itu mulai dari menghidupkan dan mematikan mesin, buka bagasi, kap mesin, air suspensi, moonroof dan lain sebagainya hanya dengan menggunakan android.

“Sebenarnya saya ingin membuat mobil ini bisa berjalan sendiri, tapi waktunya mempet mungkin next time, tunggu saja,” tegasnya.

Dedi menginginkan mobil itu daily use, gak hanya cuma pajangan. “Nah, saya ingin merubah paradigma masyarakat terutama para modifikator mengenai penyematan teknologi terkini pada mobil,” pungkasnya.

No Comments

    Leave a Reply