0
FEATURED NEWSFLASH RIDES

Berikut Alasan Mengapa Kijang Innova ini Unggul di IAM MBtech Medan 2019!

August 7, 2019

iamautomodified.com, MEDAN – Penampilan Kijang Innova di gelaran Indonesia Automodified (IAM) MBtech Medan pada 3-4 Agustus 2019 lalu telah merubah paradigma baru menyoal konsep modifikasi yang teraplikasi pada mobil yang disertakan.

Betapa tidak, kapasitas MPV sebagai sebuah mobil keluarga itu ternyata telah membuat para kontestan lainnya ‘hilang akal’ dan sulit dicerna oleh logika. Namun kenyataannya di luar ekspektasi. Ia mampu menyingkirkan lawan-lawannya hanya dengan satu balutan teknologi yang terinstall pada mobil ‘sejuta umat’ ini.

Mari kita urut satu persatu, teknologi apa saja yang membuat Kijang Innova lansiran tahun 2006 ini unggul di event tersebut. Jika dilihat secara menyeluruh, sang owner, Dedi Hendra Tarigan sudah mengconvert desain Kijang Innova buatan tahun 2006 ke tahun 2015.

Pada sektor kaki-kaki, Dedi merubah velg dengan merek Faboulus R19, depan 8,5 belakang 9,5. Pada sistem pengereman, Dedi juga sudah membekali mobil ini dengan rem cakram depan 6 pot dengan lebar 365, belakang 4 pot dengan lebar 420. “Selain itu, saya juga sudah menggunakan sistem air suspensi dari air lift,” kata Dedi.

Menurut Dedi, mesin standar Innova masih dinilai cukup mumpuni untuk digunakan sebagai harian. Pada sektor mesin, Dedi hanya memasang intercooler serta ecu. Akan tetapi dengan begitu, Dedi jadi merasa bebas menggunakan mobil ini di berbagai aktivitasnya.

Melongok ke sektor kabin, Kijang ini sudah dibalut dengan MBtech Superior full black, mulai dari jok, dasbord, plafon juga setir. “Nah, pengaplikasian berbagai fitur digital yang bisa mengoperasikan seluruh sistem mobil tersebut tertuju pada dasbor ini,” imbuhnya.

Pada bagian tengah pada dasbor, telah terpasang 1 unit Samsung Tab 3 yang menjadi jantung utama dari seluruh sistem. Pasalnya, untuk mengoperasikan seluruhnya mesti terkoneksi dengan hotspot wifi agar bisa mengoperasikan seluruh sistem meski dari jarak jauh.

“Kalau hanya menggunakan bluetooth biasanya kan jaraknya terbatas hanya sekitar 10-15 meter. Tapi jikalau dengan hotspot wifi, maka seluruh dunia akan bisa kita jangkau,” jelas Dedi.

Diakui Dedi bahwa sebelumnya dia sudah pernah mencoba dengan menggunakan modem, namun sinyalnya kurang kuat dan delaynya terlalu lama. “Akhirnya saya menggunakan pilihan terakhir yaitu tab. Kita seringkali membeli headunit yang mahal berbasis android, tapi tetap saja lambat delaynya pasti lebih lama dibandingkan dengan HP,” kata dia.

Kreasi lain yang diciptakan olehnya yaitu penggunaan tombol setir dimana setir Innova diganti dengan setir Fortuner VRZ. Tombol setir di sebelah kanan, katanya, biasanya untuk penggerak MID di speedometer, jadi dimanfaatkan oleh Dedi.

“Kita tetap bisa menggunakan steering switchnya untuk mengatur volume suara audio mobil agar menjadi jernih dengan menggunakan processor. Sebenarnya gak hanya merek Samsung Tab 3, merek lain juga bisa asalkan bisa iOS karena modulnya berbasis android. Semua dapat digerakkan dan diatur sesuai kemauan, ia seperti ecu nya laah,” papar Dedi.

Menurutnya, tuas matic sudah dipindahkan ke setir, disini yang tersisa ada 7 tombol sebelah kiri untuk audio, sebelah kanan untuk pengoperasian AC, Motorized (kap mesin, pembuka kap BBM, bagasi, serta moonroof), air suspensinya juga bisa dikontrol melalui tombol di setir itu.

“Jika ingin dijalankan, hanya dengan memencet tombol pada setir dibarengi dengan menekan rem, pengaturan bisa dipindahkan dari tombol. Kalau dulu kan modifikasinya semakin banyak perangkat yang dipakai atau digerakan, semakin banyak pula tombol yang ada di mobil. Nah, saya telah menghilangkan itu,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa penerapan teknologi digital sistem pada Kijang Innova ini baru pertama kali dilakukan olehnya, dan mencoba diterjunkan di ajang IAM MBtech Medan 2019 ini. Sementara biaya utak-atik nya secara keseluruhan mencapai kisaran Rp. 412 jutaan.

“Sebetulnya ini perdana, saya ingin mencoba apakah perangkat ini bisa digunakan daily use atau hanya untuk kontes?. Jika dihitung secara total biaya modifikasi ini seharga 1 unit Kijang Innova Reborn,” paparnya.

Pemilik bengkel Garasi 607 ini juga menerima pemasangan instalasi seperti pada Innova miliknya. Tapi Dedi hanya bisa mengaplikasikan sistem pada mobil keluaran Jepang, selain itu agak sedikit sulit untuk instalasinya.

“Semua mobil bisa kecuali mobil Eropa karena sistem pada mobil tersebut banyak locknya, jadi paling mudah mobil Jepang. Saya pernah menginstall mobil BMW, tapi keluaran tahun 90-an, sempat juga keluaran tahun 2000 itu agak berat juga,” bebernya.

Karena, kata Dedi, harus dibuat otaknya lagi. Di mobil itu, lanjutnya,  ada 4 sistem komputerisasi salah satunya untuk website, bluetooth, finger print kemudian relay sebagai pengatur seluruh perangkat.

No Comments

    Leave a Reply