0
FEATURED NEWSFLASH RIDES

Modifikasi Civic FD ala Pandem Taklukan Kontestan Medan

August 10, 2019

iamautomodified.com, MEDAN – Honda Civic FD keluaran tahun 2010, resmi dinobatkan menjadi ‘The King Tuners’ Indonesia Automodified (IAM) MBtech Medan pada 3-4 Agustus 2019 lalu. Besutan konsep yang tersemat pada sedan ini mengusung tema street racing dengan penyematan bodykit Rocket Bunny ala pandem.

Berbagai part kastem yang tersemat pada sedan ini telah berhasil memboyong 9 buah tropi IAM diantaranya, Best Street Racing-Tuners, Best Bodykit, Best Custom Bodykit, Best Street Racing Tuners, INSTANCE, Build to Perfection, Best Sedan Tuners, Best Honda Tuners, dan yang paling membanggakan adalah tropi The King.

Sedan berkelir abu-abu solid ini juga menjadi salah satu kontestan yang berhasil menaklukan peserta lainnya dengan konsep tersebut. Karena menurut sang owner, Dedi Anggara, membangun sebuah mobil bukan hanya untuk mengejar regulasi dan tropi, tapi kalau bisa ada kepuasan tersedniri serta berbeda dari lainnya.

“Kenapa konsepnya ala pandem? karena setau saya yang memakai pandem untuk sedan itu jarang dan saya yang kedua di Indonesia. Jadi mumpung kastem ala pandem ini belum ada di Indonesia, maka kita menampilkannya biar terlihat beda dari yang lain,” jelas Dedi, saat dikonfirmasi IAM.

Kalau untuk tampilan, sebenarnya Dedi sudah dua kali ganti warna. Warna dasarnya adalah hitam lalu ganti pink paradise dan saat ini abu-abu solid. Untuk kap mesin, Dedi membelinya dari aftermarket dan dibalut dengan karbon kevlar. Grill depan sudah berubah dan diganti dengan cover grill honeycom.

“Grill bawaan Civic ini sudah saya custom lalu diganti dengan cover grill honeycom, sejenis sarang madu. Untuk headlamp masih standar, hanya mengganti HID. Kemudian radiator depan diganti dengan yang lebih kecil,” imbuhnya.

Untuk menyelaraskan kesan racing, kaki-kaki sudah diperkuat dengan berbagai part seperti penggunaan air suspensi dari Airgen 2 poin, custom hardline dan custom coilover.

“Untuk pengereman, saya pake Big Brake kit dari AP Racing depan 6 pot rotor 360, belakang Brembo 4 pot 330 dan Bigs lower arm. Untuk velg saya menggunakan Work Maister Air One R19 berukuran 11,5 ET -25 untuk depan, belakang lebar 2,5 ET-35,” kata Dedi.

Kemudian di sektor jantung pacunya, Honda Civic FD ini dijejali dengan perangkat racing seperti turbo zage, Dastek unichip q4, throtle modul dastek unichip air dry, unichip selektor swip, open filter hurricane serta oil pump cusco. Saluran pembuangan, Dedi menggunakan muffler lubang dua merek HKS.

“Kalau bicara budget, Honda Civic FD 2010 sudah menguras hampir Rp. 400 jutaan. Karena paling mahal itu ada di sektor kaki-kaki dan mesin yakni airsuspensi, dastek, turbo, serta velg,” jelas pria yang masih berstatus Mahasiswa UI semester 3 ini.

Sementara di sektor interior, Dedi hanya membalut bagian kabin dengan full leather seat bride dan full carbon kevlar. Menyoal kosmetik audio pada Civic ini tak terlalu menjadi patokan, Dedi hanya menyematkan head unit double din, power monoblok 3.200 watt yang bisa mendobrak suara pada sub Prokick dan speaker merk Gramond dan Pioneer.

Dan yang paling menarik adalah mobil ini juga sudah menggunakan sistem RPM yang terkoneksi dengan teknologi android. Dedi bisa ‘ngecek’ RPM dan sebagainya melalui tablet.

“Biasanya klo RPM itu menggunakan tacho meter, kalo tachometer kesan kurang rapi. Karena sekarang sudah ada bluetooth di ecunya kita pasang dresever bluetooth untuk dikoneksikan ke android,” kata Dedi.

Meski sudah dijejali berbagai perangkat racing, mobil ini kerap dibawa Dedi untuk aktivitas sehari-hari. “Berhubung saya kuliah di Jakarta, saya ingin mobil ini terlihat sporty bisa dibawa harian untuk ngampus,” tandasnya.

No Comments

    Leave a Reply