0
NEWSFLASH RIDES

Cround Community, Jalin Persaudaraan Antar Member se-Indonesia

August 13, 2019

iamautomodified.com, MEDAN – Komunitas mobil asal Medan dan Aceh mulai menyeruak pasca maraknya berbagai kontes modifikasi di wilayah tersebut. Tanpa terkecuali, Indonesia Automodified (IAM) yang juga merupakan salah satu inspirasi mereka untuk menciptakan sebuah perkumpulan baru.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Car Underground alias Cround. Komunitas ini didirikan di Kota Medan pada tanggal 22 April 2015. Seperti pada umumnya, sebuah perkumpulan diciptakan atas dasar hobi serta keinginan yang sama untuk memajukan otomotif di wilayahnya masing-masing.

“Komunitas Cround didirikan pertamakali oleh Reza yang saat ini telah menetap di Surabaya. Reza merupakan salah seorang dari 7 pendiri lainnya yang menggagas komunitas ini,” kata Muhammad Prawira Hafidz, Ketua Chapter Medan.

Sejak 2015 hingga kini, Cround baru membentuk tiga chapter yaitu Medan, Tebing Tinggi dan Lubuk Pangkap. “Insya Allah kedepannya ada dua chapter lagi yang akan menyusul yaitu di Tapanuli Utara/Tarutung dan di Indrapura,” tandasnya.

Lazimnya, nama sebuah klub ataupun komunitas yang diciptakan memiliki ciri khas tersendiri untuk menandai identitas sepanjang eksistensinya di blantika otomotif nasional. Seperti pada nama yang diusung Cround ini.

“Sebenarnya Cround itu berasal dari nama Car Underground. Oleh karena arti ‘underground’ itu mengandung image negatif alias kurang baik, maka kami sepakat untuk menghilangkan nama underground tersebut dan menyingkat jadi Cround,” papar Hafidz (sapaan akrabnya).

Intinya, Cround ini mengedepankan azas kekeluargaan, persaudaraan serta menjunjung tinggi solidaritas serta loyalitas. “Setiap klub ataupun komunitas memang memiliki hal yang sama dalam membuat sebuah perkumpulan, selalu mengedepankan kekeluargaan,” kata dia.

Sejak 2015 hingga sekarang, Cround sudah berusia 4 tahun dan berhasil merangkul anggota sebanyak 75 member yang terbagi di beberapa chapter . “Kalau di Medan sendiri sudah hampir 50 member, di Tebing ada sekitar 15 memberdan di Lubuk Pangkap ada 10 member,” jelas Hafidz.

Di gelaran IAM MBtech dan Daihatsu Dressup Challenge (DDC) di Medan 2019 lalu, Cround telah menerjunkan 4 unit mobil jagoannya antara lain Avanza Veloz, Brio, Jazz GK5 dan Rush, serta dua unit mengikuti DDC yaitu Daihatsu Taruna dan Sirion.

Keenam mobil tersebut telah berhasil membawa sejumlah tropi yang bakal jadi kebanggaan mereka, antara lain Best stick on Graphic diraih Avanza Veloz, Runner up IAM-Rep diraih Toyota Rush, Honorable Mention diterima oleh Honda Rrio, Honorable Mention juga diraih oleh Jazz GK5.

Kemudian untuk Tropi DDC, Runner up Sirion diteroma oleh Daihatsu Sirion dan Best FFA Class oleh Daihatsu Taruna Cround.

Buat yang penasaran gabung di komunitas Cround, cukup membayar biaya registrasi sebesar Rp. 330 ribu sudah mendapatkan benefit yaitu kemeja, kaos dan sticker.

“Kami dari Komunitas Cround juga sudah resmi terdaftar di IAM ALLIANCE untuk lebih menjangkau persaudaraan se-Indonesia,” kata Hafidz. Hafidz berharap melalui keikutsertaannya di IAM ALLIANCE akan menambah persaudaraan lebih banyak lagi dan gak hanya di Medan tapi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Karena setahu saya, IAM ALLIANCE merupakan suatu wadah pemersatu klub maupun komunitas se-Indonesia. Jadi ini kesempatan kami untuk menjadi member tersebut,” pungkasnya.

 

 

No Comments

    Leave a Reply