0
FEATURED NEWSFLASH

Disbudpar Sumsel Tanggapi Soal Kontes IAM MBtech di Palembang, Begini Pesannya!

October 25, 2019

iamautomodified.com, PALEMBANG – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal Sarkomi berkesempatan hadir mengunjungi gelaran kontes modifikasi IAM MBtech yang digelar di Jakabaring Sport City, Palembang pada tanggal 19-20 Oktober 2019 pekan lalu.

Aufa Syahrizal ditemani dengan tim IAM ALLIANCE berkeliling area Dinning Hall untuk menyaksikan berbagai modifikasi mobil yang ditampilkan. Menurutnya, event modifikasi tersebut dinilai menjadi salah satu magnet besar yang bisa mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Dalam paparannya, Aufa menerangkan, kalau event ini merangsang banyak orang untuk datang, berarti ini event perlu disupport. Tapi kalau event ini hanya sekedar hura-hura dan tidak mendatangkan efek kepada wisatawan yang inbox tentunya tidak akan disupport.

“Jujur saya datang kesini itu sengaja. Pertama saya orang tourism, dan saya melihat event ini sangat bagus dari kacamata tourism. Apalagi ini sudah mencakup mancangera. Kalau turis itu melihat dari seberapa banyak peserta ataupun pengunjung yang datang,” tuturnya.

Pria penggemar mobil Volkswagen ini juga menambahkan, sepanjang event ini positif dan bisa mehibur serta mengedukasi kepada masyarakat bahkan bisa mendatangkan arus kunjungan wisatawan, tentunya akan mendapat support dari pemerintah.

Artinya, kata dia, sudah tentu ada simbiosis mutualismenya. Seperti yang digelar disini, pihak JSC (red = jakabaring sport city) tentu mendapatkan keuntungan. Baik dari tempat yang digunakan, kemudian peserta juga tidak kesulitan untuk penginapan, parkirnya luas dan banyak sekali kemudahan.

Kadin Pariwisata dan Kebudayaan sumsel juga berharap event-event seperti ini perlu ditingkatkan. Bikin yang lebih ramai lagi dan representatif. Kalau bisa, kata dia,  bikin event yang menarik serta mengundang banyak orang datang. Ada macam side effect nya untuk bisa mendatangkan wisatawan.

“Saya berharap event ini harus dibikin lebih baik lagi. Kemudian jangan hanya skala regional, tapi mencakup international. Karena kalau hanya skala regional, dari kacamata pariwisata belum signifikan, tapi kalau ada sudah internasional dan bisa mendatangkan peserta dari luar negeri itu sangat baik,” imbuhnya.

Aufa Syahrizal juga salah seorang penggemar otomotif, lantaran dirinya mengoleksi mobil-mobil klasik berjenis VW. Diakuinya, terdapat beberapa mobil VW yang menjadi pavoritnya

“Saya itu keluarga pecinta VW, adik-beradik dari empat laki-laki itu semuanya suka mobil itu. Kita lengkap ada VW Kodok, VW Safari, VW Kombi dan VW Carafel cuma kita lebih banyak VW Kombi. Kita sering turing juga ke Aceh, Bangka Belitug serta Jogja,” kata dia.

Aufa juga mengakui bahwa dirinya menyukai VW itu dari sisi orisinalitasnya karena lebih mahal. “Jadi VW itu kalau belum diapa-apain justru lebih mahal, tapi kalau sudah dimodifikasi, hanya enak dipandang mata tapi harga langsung jatuh,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply