0
NEWSFLASH

Apa Rahasia Absolute Custom Hingga Inovasinya Sohor di Dunia Modifikasi?

December 29, 2019

iamautomodified.com, SOLO – Pasca diresmikannya dua kategori unggulan ‘Player dan Tuner’ pada sistem penjurian Indonesia Automodified (IAM), telah berhasil melahirkan bibit-bibit modifikator anyar di dunia modifikasi tanah air.

Mereka (modifikator) sangat antusias dengan lahirnya kategori tersebut, tak terkecuali pemilik rumah modifikasi Absolute Custom yang bercokol di jalan Kerinci, Banjarsari, Solo-Jawa Tengah ini.

Bengkel yang didirikan sejak tahun 2017 ini, telah berhasil menemukan jati dirinya dalam merancang konsep yang diinginkan para konsumen. Dari sekian banyak penanganan yang dilakukan Absolute Custom, dua diantaranya yaitu bodywork dan airsuspension yang paling diunggulkan.

Berdasarkan komentar yang diterima modifikator, Reza Absolute, spesialisasinya pada pengerjaan konsep mobil stance alias fitmen. Rata-rata mereka datang kesini untuk mengejar kategori stance atau fitmen.

“Karena untuk tren sepanjang 2018-2019 ini memang masih didominasi mobil-mobil proper car. Mungkin mereka lihat hasil yang dibesut Absolute Custom itu, proper carnya dapet. Akhirnya mereka yang datang kesini itu kebanyakan memang minta digarap untuk proper car,” buka Reza, saat disambangi ke markasnya, di Solo, Jawa Tengah, Minggu 29 Desember 2019.

Keterkaitannya mengikuti perkembangan kontes Indonesia Automodified (IAM), semakin menambah wawasan bagi Reza. Menurutnya, sistem penjurian di kontes tersebut arahnya sudah semakin jelas dan gamblang.

“Karena di event IAM itu benar-benar mengadu gagasan, inovasi, serta kreativitas yang jadi penilaian. Kalau sebelumnya kan, mana yang banyak mengeluarkan uang itu dia yang menang. Kemudian juga gak boleh ada siste,m potong- sambung sasis, roda lebih dari standar dan lain sebagainya. Dari sinilah, saya terpacu untuk semakin mengembangkan kreativitas dengan membuka bengkel Absolute Custom,” papar pria yang juga tergabung di IAM Alliance ini.

Cikal-bakal Absolute Custom itu didirikan atas dasar tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh konsumennya. Lagipula, pengalaman dirinya keluar-masuk bengkel dimana-mana serta bermain modifikasi sejak tahun 2010 juga telah berhasil merangsang imajinasinya untuk menciptakan sebuah gebrakan anyar.

“Nama Absolute itu sendiri, berasal dari tipe mobil Odyssey yang saya miliki. Kemudian filosofinya, absolute sendiri itu memiliki makna kesempurnaan. Jadi meskipun kita mengejar kastem tapi tetap mengusung kesempurnaan hasil,” jelas Reza.

Awalnya, kata Reza, menggarap repaint, body repair serta reparasi berbagai panel. Akhirnya Reza mencoba menggarap mobil dan disertakan di ajang kontes hingga akhirnya banyak konsumen yang masuk ini mobil-mobil untuk kontes.

Bicara menyoal biaya modifikasi, ada berbagai macam harga. Untuk pengerjaan mobil MPV Odyssey misalnya dengan konsep proper car itu paketannya sekitar Rp. 100 juta.

“Harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan airsuspension, fitmen correction, kaki-kaki, bodykit, radius, painting, tapi belum termasuk pengerjaan interior. Sementara untuk paketan modifikasi seperti mobil-mobil city car, hatchback serta sedan berada dikisaran Rp. 80 jutaan,” katanya.

Mengenai konsep modifikasi, terkadang dari si ownernya kepingin seperti apa. Tapi kebanyakan, mereka memasrahkan sepenuhnya ke Absolute Custom untuk disesuaikan dengan budget. “Ya, mereka tinggal pesan ingin konsep seperti apa dan kategori yang dikejar serta budget yang dimiliki,” ucap Reza.

Sepanjang dua tahun belakangan ini, Absolute Custom sudah berhasil menggarap belasan mobil modifikasi dengan khas yang dimilikinya. Bahkan rata-rata, customer yang datang kesini itu berasal dari luar daerah, seperti Aceh, Bekasi, Sukabumi, Surabaya maupun Jogja.

Padahal jikalau dihitung secara logis, lanjutnya, menggarap mobil custom itu bisa menyita waktu hingga 3-4 bulan untuk mencapai hasil yang maksimal. Karena di Absolute Custom itu mengutamakan detail serta kerapihan mobil yang menjadi garapan.

“Oleh karenanya untuk mencapai hal tersebut, saya bisa menyelesaikan pengerjaan modifikasi itu minimal 3 bulan. Jika ada penambahan rombakan lain seperti interior, bisa mencapai 4-5 bulan,” tegas Reza.

Biasanya sebelum menggarap mobil, Reza telah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlebih dahulu. Karena menurutnya, harga part-part yang akan disematkan ke dalam mobil itu sudah tertera di dalamnya.

“Hal ini saya lakukan untuk mencegah terjadinya miss/kesalahan di kemudian harinya. Selain itu, part-part yang akan dibenamkan juga mesti dipesan sejak awal. Makanya, kita mewajibkan agar konsumen melakukan Down Payment (DP) minimal 40 persen pada RAB awal, kemudian 30 persen RAB kedua dan 30 persen pelunasan,” kata Reza.

Menghadapi tahun 2020 mendatang, Reza juga berharap harga-harga sparepart custom itu masih standar dan tidak mengalami kenaikan harga. Karena hal itu tentu bakal berpengaruh dengan harga modifikasi ke konsumen.

“Apalagi, jika konsumen menginginkan part-part impor pada mobil yang kita garap. Tentu bakal ada kenaikan harga, karena kita semua tahu pajak udah mulai naik. Jadi mungkin ada kenaikan, tapi sedikit,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply