0
NEWSFLASH

Tegas, Vino Platinum Sebut Baca dan Pelajari Regulasi Sebelum Kontes Modifikasi!

January 19, 2020

iamautomodified.com, JAKARTA – Pada setiap kontes modifikasi baik regional maupun nasional tentu kita akan mengetahui regulasi seperti apa yang disediakan oleh pihak penyelenggara. Idealnya, para kontestan diwajibkan untuk mempelajari terlebih dahulu regulasi yang diberikan, sebelum terjun berkompetisi.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya protes serta komplain saat penghargaan yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan si peserta. Demikian seperti disebut, Oktavino selaku modifikator Platinum Motorsport, saat disambangi di markasnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Oktavino Kerap Bermain ‘Tricky’ di Platinum Motorsport, Apa Istilahnya?

“Kalau dulu regulasi itu melebar, semua event ada. Awalnya kepingin ikut-ikutan tapi untuk selanjutnya mereka pasti kepingin dapet piala. Tapi kembali lagi, kalau ‘anak SD diadu sama anak SMA’ jelas kalah. Kalahnya dari segi mana?,” jelas pria yang akrab disapa Vino Platinum ini.

Intinya, kalau mau modif simple ke bengkel ABC, mau modif balap ke DEF, atau kepingin modif ekstrim ya ke FGH. “Dan ini bukan semua gak proper loh. Istilah proper juga banyak orang yang belum tahu. Menurut saya semua pengerjaan modifikasi itu proper semua,” kata dia.

Jika dibilang ‘Proper’, lanjutnya, semua modifikasi yang ditampilkan sudah tentu proper/laik jalan, tapi proper yang bagaimana?. Kalau dibilang modifikasinya ekstrim menurut bengkel tersebut pasti laik jalan. Tinggal tergantung cara pandang orang, disini harus lebih cermat.

“Terkadang orang sering marah-marah sama pihak penyelenggara. Kalau menurut saya bukan salah eventnya, tapi salah orang itu yang gak baca regulasi. Contoh, saya punya mobil selalu mendapatkan gelar The King di tempat A, lalu saya bawa ke tempat B, tiba-tiba gak dapet King kemudian langsung marah itukan gak fair,” kata Vino.

Baca Juga : Heboh.. Kijang Innova Raih The King, Begini Alasan Juri IAM!

Vino, termasuk salah satu pribadi yang jarang mengikuti kontes modif. Dia menggambarkan jikalau dirinya akan mengikuti kontes modifikasi yang bertaraf nasional, dia merasa kerjaannya itu seolah ‘receh’.

“Saya ini boleh dibilang arsitek atau perancang modifikasi, jadi kita tahu dan harus membaca kondisi. Mobil yang akan kita pertarungkan ini mau bawa ke arena mana. Kalau kita hanya sekadar eksis sangat bagus. Tapi kalau kita ngejar piala harus baca regulasi dulu,” tegas dia.

No Comments

    Leave a Reply