fbpx
0
CUSTOM

Bikin Mupeng! Modifikasi Xenia Players ini Kuras Budget 200 Jutaan

March 29, 2020

iamautomodified.com, SURABAYA – Balutan konsep audio yang terbenam pada sektor interior Daihatsu Xenia milik Erwin ini mengusung tema extreme audio. Mobil tersebut disertakan dalam perhelatan modifikasi IAM MBtech Surabaya 2020, dengan harapan meraih gelar Best Daihatsu.

Sebab regulasi yang temaktub pada Daihatsu Dressup Challenge (DDC) tidak memperbolehkan mencopot seluruh kursi penumpang, minimal ada dua buah kursi yang tersisa di dalamnya. Makanya, sang owner menyertakannya pada kontes IAM.

Sebelumnya, mobil ini kerap terjun di berbagai kontes audio mobil. Namun, motivasi Erwin untuk merombak MPV tersebut secara bertahap terus dilakukan, hingga mengarah ke tema extreme. Ruang dalam sesak dengan perangkat sound system sehingga joknya disisakan satu untuk mengejar kategori Sound Quality Load (SQL).

“Usai di Surabaya ini, rencananya saya juga akan sertakan di IAM MBtech Batu 2020 mendatang. Kalau disini, saya ngejar Best Daihatsunya. Syukur-syukur bisa dapet tropi Indonesian car modifiednya,” ungkap Erwin, saat dtemui IAM beberapa waktu lalu.

Harapan Erwinpun terwujud. Daihatsu Xenia miliknya berhasi meraih dua buah tropi yang diinginkan Erwin yakni Best Daihatsu dan Best Indonesian Modified Car Players.

Perangkat sound system yang terjejal pada MPV tersebut dimulai dari pemasangan headunit Pioneer seri5 yang memicu kualitas 3 buah power monoblok serta 5 buah power 4 channel.

Dari 8 buah power tersebut, masing-masing terkoneksi dengan speaker midrange 3 set, midbas 1 set, twitter 2 set serta monoblok 3 pcs dengan rincian 2 pcs berukuran 12 inchi dan 1 pcs 15 inchi.

Penampilan luar, Erwin hanya menambahkan add on lips, di bagian depan. Sementara untuk cat masih standar bawaan Xenia. Tapi yang membuat tampilan mobil ini menjadi lebih keren adalah perawatan detailing yang dilakukannya di bengkel MJ.

“Kalau saya pribadi, sudah beberapa kali mencoba detailling di bengkel lainnya tapi dengan mobil yang berbeda, saya lebih cocoknya di bengkel MJ. Saya tertarik pada pusaran-pusarannya itu. Padahal warnanya sudah kusam, tapi bisa mengkilap seperti ini,” kata Erwin.

Untuk perawatan tersebut, Erwin merogoh kocek sekitar 3 jutaan. Menurutnya harga tersebut masih worted/terjangkau, dengan hasil seperti ini ia cukup puas.

Jika ditinjau, untuk modifikasi di sektor luar, Erwin mengaku belum cukup puas. Rencana kedepannya, Erwin bakal fokus untuk mendressup bagian eksterior.

“Kemungkinan saya akan facelift jadi Veloz 2019. Karena dulu sekitar tahun 2016 lalu, saya pernah berhasil membangun Avanza tahun 2009. Dari segi harga terjangkau, lalu orang juga jarang yang bermain modif Avanza/Xenia dan kalau dimodif hasilnya manis dilihat,” bebernya.

Lanjut ke kaki-kaki, Erwin telah mengganti velg bawaan Xenia dengan Work Ureland R17 dengan lebar depan 8’5 inchi dan belakang lebar 9,5 inchi. Velg ini kemudian dibungkus dengan ban depan accelera 195/40/17, belakang Falken 205/40 R17. Lalu terdapat penambahan per custom static.

“Kalau untuk mesin masih standar, hanya penambahan aksesori saja seperti strutbar dan ground wire. Nah, kalau motorized saya gunakan 5 titik yakni pada pintu bagasi 2 titik, kemudian pintu tengah, kanan dan kiri masing2 satu titik dan pada kap mesin 1 titik. Kemudian ada penambahan monitor TV 4 buah, spion kamera,” tuntasnya.

Melalui penyematan kosmetik audio serta penambahan modifikasi ringan, secara total Erwin telah merogoh kocek sebesar Rp. 200 jutaan. Untuk biaya penyematan audio sendiri sekitar 150 jutaan, yang dibangun di Bintang Audio2, Genteng Besar, Surabaya.

No Comments

    Leave a Reply