0
NEWSFLASH

Tehnik Strowbist pada Nissan GTR ini Jadi Konsep Image, Seberapa Sulit?

May 28, 2020

iamautomodified.com, JAKARTA – Kontestan IAM Photo Edit Challenge lainnya yang masuk dalam 3 besar juga diraih oleh Arif. Iapun juga membeberkan hasil karyanya kepada publik dalam mengolah foto yang disertakan, meski ilmu yang diperoleh secara otodidak dan dari youtube.

Dikatakannya, editing pada foto ini adalah mengusung tema strowbist. Strowbist sendiri adalah teknik memotret mengunakan cahaya/flash external. Maka dari itu, Arif memberikan tambahan cahaya/flare dibagian depan dan belakang, dengan teknik ini bisa memberikan dimensi pada foto tersebut.

Setelah dapat mentahan/raw dari HIN, selanjutnya ia menentukan konsep (strowbist). Disini ia mencari background garage/garasi agar lebih klop dan mudah mengolahnya dengan konsep yang sudah ditentukan.

“Usai menemukan background yang pas, seleksi mobil menggunakan lasso tool lalu saya tarik/drag ke layer background dan paskan posisinya buat flat kedua foto agar sama komposisinya (mobil dan background),” jelas Arif, saat dikonfirmasi IAM.

Proses selanjutnya, kata dia, yaitu menghilangkan pantulan/refleksi dari background sebelumnya di body mobil, terutama bagian depan menggunakan healing brush dan patch tool.

Kemudian memainkan warna gelap-terang mengunakan dodge(untuk bagian terang) dan burning (untuk bagian yang akan digelapkan), agar dimensinya makin ciamik. Setelah itu baru memainkan brightnes dan kontrast di kedua layer.

“Setelah semuanya sudah pas, saya gabungkan kedua layer menjadi satu layer. Untuk warna, saya tidak banyak merubah, lebih fokus ke warna asli (ungu/purple) menggunakan selective color. Setelah semuanya terasa oke, lalu saya manambahkan effect brush flare di bagian depan dan belakang mobil agar lebih terasa suasana strobistnya,” tandasnya.

Sementara untuk pengaturan berapanya, kata dia, tidak terlalu memperhatikan hanya lebih ke feeling saja. Yang paling utama menurut Arif adalah mengubah background, untuk mobilnya sendiri tak ada yang dirubah, hanya menghilangkan refleksi-refleksi  yang ada pada bodi mobil.

“Buat saya yang paling sulit adalah menghilangkan refleksi-refleksi yang ada pada bodi mobil. Soalnya tidak beraturan, ada lampu, riging dan pilar trus cahaya dan warnanya berbeda beda,” kilahnya.

Arif sangat berterima kasih sekali kepada @HINMagazine karena telah mengadakan kompetisi seperti ini, jadi dirinya merasa ada kegiatan disaat #stayathome.

“Kalau bisa sih sering-sering hehehe. Dan saran saya kalau bisa, bahan atau raw photonya jangan satu biar ada pilihan, trus tambahin kategorinya, seperti kategori model. Trus untuk pemenang ada juga juara yang dipilih oleh juri dari pihak HIN juga,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply