0
NEWSFLASH

Inspiratif, Modifikasi dan Gaya Hidup Milenial jadi Konsep Adrian dalam Mengolah Desain

May 30, 2020

The Stock versus Modification at Midnight City menjadi konsep digital imaging Adrian Tan dalam kompetisi IAM Photo Edit Challenge 2020 kategori Imaging

iamautomodified.com, JAKARTA – Konsep editing yang satu ini juga tak kalah kerennya dengan kontestan lain yang juga masuk 3 besar di ajang IAM Photo Edit Challenge. Ia mengusung konsep desain Midnight City dengan latar belakang suasana malam di kota Jakarta.

Konsepnya ‘The Stock versus Modification at Midnight City’, begitu kata Adrian Tan. Arti dari konsep tersebut yaitu kehidupan dunia modifikasi dan anak mobil merupakan suatu hubungan erat dengan kehidupan malam, seperti kumpul-kumpul mobil dan kongkow bareng.

“Tema ini saya ambil dengan gaya kehidupan anak metropolitan yang memiliki mobil sport dan senang bermodifikasi juga senang berkumpul dan berfoto foto. Kenapa saya kasih GTR standar? fungsinya agar sebagai titik perbandingan antara yang standar dan modifikasi,” jelas pria yang akrab disapa Gudil ini kepada IAM.

Diakuinya pula bahwa kepiawaian desain yang dimilikinya tersebut ia dapatkan secara otodidak. Menurutnya, sejak duduk di bangku SMP kelas 2 di tahun 2005 lalu, Gudil memiliki sifat penasaran yang tinggi sehingga ia selalu mencoba untuk mengerti apa yang belum bisa.

Dia juga selalu memperhatikan setiap detail dari segala sesuatu yang estetika dalam dunia imaging. Awalnya sewaktu belajar digital imaging, kata dia, mulai memodifikasi BMW E90 dari sebuah laman di Google. Lalu, belajar membuat bodykit, wide body, ganti warna dan ganti velg.

“Nah, untuk proses foto ini, saya mencari background yang sesuai dengan tema, lalu ground dan foreground untuk membuat foto ini punya persfektif dan masuk akal. Kemudian saya mencari sebuah objek Nissan GTR lagi untuk mempermanis tema dari foto ini,” jelasnya.

Setelah itu, ia mulai membersihkan body GTR ungu dan dicrop. Lalu dimasukan ke komposisi dan membuat bayangan.

“Setelah semuanya persfektif dan sudah masuk akal, lalu saya grading dynamic pencahayaannya agar fotonya menjadi rigit. Proses terakhir adalah color grading untuk menjadikan foto tersebut dramatic, dalam imaging ini mungkin pengerjaan nya mencapai 90-100 layer,” paparnya.

Kemudian langkah selanjutnya dalam menggunakan tools, lanjutnya, yaitu shadow/highlights untuk mengatur dynamic range, level untuk mengatur mid low high lighting, exposure untuk meratakan dan enak dilihat keseluruhannya, fade untuk mengatur contrastnya.

“Setelah itu saya menggunakan selective color untuk mengatur warna per warna di foto, opacity untuk mengatur ketebalan layer, brush tool untuk menggambar dan membenarkan objek-objek yang tak lazim di foto tersebut high pass untuk mengatur ketajaman foto, dodge burn untuk meratakan objek-objek yang keterangan atau kegelapan untuk detailnya, lalu mixed ADOBE PS dan LR untuk grading dynamic dan color,” bebernya.

Gudil mengaku dalam proses editing yang dilakukan sejauh ini tidak ada, karena menurutnya makin sulit makin menantang bahkan tadinya mau disempurnakan lagi pantulan bayangan di mobilnya, dan dibuat lebih realistik serta ditambahkan beberapa objek seperti model perempuan seksi untuk memperindah foto tersebut.

“Saya berharap, melalui proses editing yang saya lakukan ini para digital imager di Indonesia dapat pencerahan dari beberapa pengetahuan yang saya tularkan ini,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply