0
CUSTOM

Tampil Beda Usai Ganti Jubah, Jazz ini Diklaim Makin Garang

September 5, 2020

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Merasa jenuh dengan kondisi pandemi beberapa bulan terakhir, akhirnya rumah perawatan mobil, Beers Garage kembali menuangkan kreativitas dan hobinya melalui ajang Indonesia Automodified (IAM) yang diselenggarakan di Sleman City Hall, pada tanggal 05-06 September 2020.

Kali ini, Beers Garage menerjunkan 3 unit mobil modifikasi dalam kompetisi tersebut, diantaranya mobil andalannya Honda Jazz, Civic Wonder Mugen ’86 dan Estillo ’84 milik Wisanggeni, Eko dipercayai oleh Wisanggeni untuk merawat mobil-mobil tersebut.

Terdapat beberapa perubahan yang dilakukan Eko ‘Si Tukang Poles’ pada Honda Jazz yang ditampilkan pada event ini. Salah satu ubahan yang paling mencolok adalah warna mobil yang sebelumnya merah, kini direpaint ulang menjadi hijau metallic.

Menurut Eko, warna tersebut agak unik dengan penambahan cyrallic kuning. Dia juga mengatakan jenuh dengan warna yang itu-itu saja, karena dinilai ‘kurang galak’.

“Bosen lihat mobil terlihat cantik terus dan gak garang. Makanya di event ini saya buat warna spesial yang agak berani, yaitu warna hijau dengan effect clear Glasurit 8 layer, pengerjaan painting 1 bulan di Skinner Autowork,” kata Eko, saat ditemui IAM di sela-sela acara, Sabtu (05/09).

Selain itu, kata dia, untuk menyesuaikan warna tampilan luar, Eko juga mengganti velg dengan TE37 Bronze warna cokelat agar tampil maksimal.

“Sebelumnya kan peleknya dari Buddyclub warna putih, tapi gak sesuai. Makanya saya pasang velg Rays TE37 original warna cokelat, kebetulan pas,” tandasnya.

Sementara sistem pengereman, Eko masih menggunakan Big Brake Kit merek K Sport dari USA depan 6 pot, belakang 4 potBBK K-Sport.

“Nah, kalau untuk mesin, mobil ini juga sudah saya pasang turbo, jadi buat saya sudah cukup maksimal lah. Ini aja sudah menguras budget sekitar Rp 60 jutaan,” kata Eko.

Di masa pandemi ini, kata Eko, memang gelaran modifikasi seperti ini belum ada. Makanya, iapun merasa senang karena selama ini hobinya sempat tertunda.

“Saya senang karena banyak yang kangen modifikasi, gak ada wadah untuk meluapkan hobi. Ini momen bagus dan sudah lama gak ada event,” ucap dia.

Selama dirinya terjun di kontes IAM, kata Eko, ia sangat puas dengan penilaian juri. Basic mobilnya masih jelas gak terlalu over ekstrim.

“Konsep mobilnya jelas, ada Player dan Tuner. Jadi gak ngacak dan gak ngawur. Ya, harapannya gak muluk sih, semoga bisa dapat Best Paint, syukur-syukur bisa dapat Best Compact Car,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply