0
HEADLINE NEWSFLASH

Freedom Shyndicate, Ciptakan Kualitas Member yang Humble, Guyub dan Anti ‘Angel’

September 8, 2020

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Perkenalkan, sekumpulan pecinta kebebasan berekspresi dan bersosialisasi bernama Freedom Shyndicate mulai menancapkan eksistensinya di ajang Indonesia Automodified (IAM), yang diselenggarakan di Sleman City Hall, Jogja 05-06 September 2020.

Pada perhelatan tersebut, Freedom Shyndicate Jogja menerjunkan 3 unit mobil modifikasinya, Honda Odyssey RB2, Honda RXZ dan Honda Stream untuk berpartisipasi dan bertatap muka dengan klub dan komunitas mobil lainnya.

Menurut pendiri Freedom Shyndicate bahwa event IAM Jogja 2020 ini merupakan ajang modifikasi pertamakali sejak merebaknya masa Pandemi. “Ini juga event modifikasi pertamakali dalam skala Nasional yang digelar di masa New Normal, spektakuler sekali.

“Karena mungkin sudah lama tidak ada wadah untuk menyalurkan hobi sejak masa pandemi, maka antusiasnya cukup baik. Mungkin karena mereka sudah lama tiarap, jadi mobilnya juga kepingin show off,” buka pria yang biasa disapa Mas Bagyo kepada IAM.

Freedom Shyndicate Jogja dicetuskan pada 1 Muharram 1442H atau bertepatan pada tanggal 19 Juli 2020 lalu. Selama lebih-kurang dua bulan, Freedom Shyndicate sudah berhasil meresmikan 3 chapternya yakni Semarang, Jogja dan Salatiga.

“Semuanya ada 27 member yang aktif tergabung di klub ini. Sebab dalam merangkul member kita agak selektif, terutama personalnya, mereka harus asik, humble dan los. Jadi tidak ‘angel’ alias susah dan gak ribet kalau diajak berbagai kegiatan,” jelas Bagyo.

Freedom Shyndicate Jogja memang terlihat tidak asing lagi di mata klub-klub mobil besar lainnya. Karena menurut Bagyo, klub tersebut merupakan gagasan dari para personal/member yang masih aktif di beberapa klub mobil sejenis.

“Basicly, para member di klub ini juga punya klub masing-masing yang sejenis. Lantaran kepingin membuat klub yang all car, maka kita menciptakan Freedom Shyndicate. Tujuannya adalah untuk mempersatukan perbedaan serta kebebasan, karena di klub ini tidak terikat oleh jenis mobil tertentu tapi lebih mengutamakan solidaritas persaudaraan,” imbuhnya.

Selain itu, kata Bagyo, keikutsertaan di kompetisi IAM HIN ini adalah untuk eksistensi agar Freedom diketahui oleh masyarakat luas. “Kita juga open membership, buat para personal yang kepingin gabung. Gak ada biaya registrasi, hanya tes mental, orangnya gampangan atau enggak,” ucap Bagyo.

Freedom Shyndicate memiliki misi yang sudah menjadi kesepakatan antara lain turing, kontes dan bakti sosial. Kemudian wadah ini juga bisa menjadi sarana berkumpul untuk hal yang positif.

“Kalau untuk turing paling terjauh adalah Labuan Bajo. Rencananya, kita juga bakal menggelar turing ke Sabang KM 0,” tandasnya.

Selama masa pandemi, kata Bagyo, Freedom Shyndicate berhasil menggebrak para membernya untuk melakukan aksi sosial yakni Jumat berkah dengan membagi-bagikan sembako kepada warga yang terdampak.

“Kita ini sifatnya partial. Jika ada suatu lokasi yang diusulkan oleh temen-temen, kita langsung bergerak. Dan itu juga gak ada kas, makanya orangnya harus gampangan dan gak ‘angel’,” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply