fbpx
0
NEWSFLASH

GA-LING Indonesia Lindungi Anggota dari Begal, Laka Lantas dan Masalah pada Kendaraan

November 4, 2020

Komunitas Persatuan Pengemudi Ga-ling Indonesia (PPGI) (foto : IAM)

iamautomodified.com, TANGERANG – Sebuah komunitas jasa angkutan niaga yang mengatasnamakan dirinya Persatuan Pengemudi Ga-ling Indonesia (PPGI) turut berpartisipasi dalam mensupport salah seorang membernya yang terjun di ajang Indonesia Automodified (IAM) di Mall Alam Sutera, Tangerang-Banten.

Mereka sangat mengapresisasi kegiatan positif yang dilakukan PT HIN Promosindo dalam memajukan otomotif dan modifikasi di Indonesia. Pada kedatangannya di ajang tersebut, Ketua Umum PPGI langsung memberikan apresiasi pada salah seorang member yang menjadi peserta IAM.

Disebutkan Chandra Widiarta, Ketua Umum PPGI bahwa Galing merupakan sebuah wadah perkumpulan para pengemudi angkutan niaga maupun personal yang bernaung di bawah PPGI. PPGI ini, kata dia, menaungi serta memberi perlindungan serta keamanan kepada ribuan kendaraan yang sudah terdaftar menjadi mitra.

“Saat ini kita sudah memiliki 13.450 member. Ada yang tergabung di Gatrucko (Galing Truk Community), Gapico (Galing Pickup Community) dan ada juga GaBoco (Galing Box Community). Bahkan di awal tahun 2021 mendatang, kami akan mendeklarasikan Klub Gamocy (Galing Motor Community),” buka Mas Wins (sapaan akrabnya) kepada IAM.

Jadi, katanya, sejak tahun 2008 silam, PPGI ada diantara pengusaha niaga itu untuk mengamankan armada mereka dari gangguan kejahatan-kejahatan jalanan, seperti begal, rampok, Laka Lantas, masalah pada kendaraan dan lain sebagainya.

“Makanya kita sering ngawal juga di jalanan. Apapun kegiatan mereka, selama unit itu berada di trek ekspedisi dan sudah konfirmasi dengan kita. Seperti ingin mengirimkan barang akan kami pantau. Kalau tidak konfirmasi sebelumnya, gimana kita mau ngawasi?,” jelas Mas Wins.

“Kemudian jika terjadi kecelakaan, misalkan mobil itu asal Jogja, terjadi laka di Bandung. Kan gak mungkin orang Jogja ini nunggu bosnya datang ke Bandung. Kita cukup hubungi perwakilan PPGI yang berada di Bandung, untuk menangani masalah tersebut,” sambung Mas Wins.

Ataupun semisal tertimpa musibah menabrak orang sampai meninggal. PPGI menerjunkan perwakilannya dan langsung menghubungi serta mendampingi ke pihak korban untuk mendamaikan.”Nah, tujuan kita ini sebetulnya membantu memudahkan ke pihak pengusaha/personal selama menjalankan aktivitas niaga,” kata Mas Wins.

Kemudian jika terjadi trouble pada kendaraan seperti patah as, ban pecah pada waktu malam pada saat warga sedang tidak ada. Itukan gak mungkin, bos nya datang jauh-jauh dari luar daerah apalagi luar provinsi untuk mengurusi kendaraannya.

“Hal seperti itu tentu kita bantu, kita punya sparepart di markas yang ada di berbagai daerah. Di Jawa saja ada 38 perwakilan dan itu membawahi beberapa daerah. Perwakilan kita itu didaerah lintasan ekspedisi, termasuk jalur selatan yang kerap sepi dan rawan,” papar dia.

Untuk bisa menjadi member PPGI, para pengusaha atau personal member hanya dibebani uang sebesar Rp. 365 ribu/tahunnya. Kemudian mengirimkan foto STNK, identitas pribadi pemilik serta foto setengah badan untuk dibuatkan Kartu Tanda Anggota.

“Karena banyak oknum yang mengatasnamakan Galing. Makanya di tiap KTA ada terdapat Nomor registrasi dan ID Korlap dan itu tidak bisa dipalsukan. Karena masing-masing anggota datanya ada di file kita,” kata Mas Wins.

Fungsi dari PPGI ini sebetulnya positif dan tak ada paksaan agar orang mau mendaftar. Karena kembali lagi kepada masing-masing personal karena semua member sudah menjadi satu saudara. “Saat ini kita sudah berdiri sendiri dan sudah berbadan hukum dengan nama Garda Lingkungan (GA-LING),” tuntasnya.

No Comments

    Leave a Reply