Mengapa Modifikasi Civic FD Putra Lombok ini Bisa Taklukan Pulau Dewata? Ini Alasannya!

iamautomodified.com, BALI – Perawakan bodi Honda Civic FD yang telah di dressup secara menyeluruh ini, telah menjadi icon publik di gelaran Indonesia Automodified (IAM) MBtech Bali 2019. Penampilan sedan berkelir biru toska ini sanggup menghipnotis dewan juri IAM sehingga ia unggul dan menyandang tropi The King.
Berbagai penyematan yang dilakukan sang owner pada sedan kesayangannya itu, berhasil menaklukan kontestan lainnya. Lantas, seni dan kreativitas apa yang membuat mobil ini laik menjadi juara?.
Perubahan apa saja yang terjadi, hingga ia jadi pemenang di ajang bergengsi ini? Sehebat apakah performanya hingga mobil yang sudah menguras kocek hingga 400 jutaan ini meraih tropi The King Players?
Padahal sebelumnya, Komang Purnawinata (sang owner) merasa pesimis saat dimintai keterangan IAM soal keikutsertaannya di IAM MBtech di Mal Bali Galeria (MBG) pada 22 Juni 2019 lalu. Menurutnya, meskipun sedan ini sudah mengalami perubahan di segala sektor namun dia masih belum yakin kalau dirinya bakal jadi pemenang di ajang tersebut.

“Di atas langit, masih ada langit. Jadi, untuk hal ini saya gak bisa prediksi. Meskipun menurut saya ini sudah tampil keren, masih ada lagi yang lebih keren,” kata sang pemilik yang akrab disapa Komang ini.
Sebetulnya, kata Komang, Civic FD keluaran tahun 2010 ini hanya mengalami perubahan sedikit. Dua minggu sebelum acara, Komang hanya merubah tampilan cat dasar dari hitam ke biru toska. “Mobil ini sudah tiga kali mengalami perubahan, untuk painting dari warna hitam lalu biru toska pakai cyralic dan dibungkus karbon di kap mesin,” sebutnya.
Diapun mengakui bahwa ada beberapa part yang dipasang sendiri. Inisiatif itupun disambut oleh Eko (temannya) dan berkolaborasi di XMO variasi di Lombok. Usai demikian, barulah hasil akhirnya dilakukan di UK alias Usaha Kita.
“Intinya mobil ini kita bangun semaksimal mungkin dengan kreativitas sendiri. Total biaya yang lebih boros ada di part orisinil, kalau dihitung semuanya ya.. sekitar 400 jutaan, karena all item sudah kita ganti,” beber Komang.
Agar sedan ini terlihat lebih keren dan bisa masuk kategori racing, part bodykit Rocket Bunny menjadi pilihan utama Komang. Di sektor pencahayaan, lampu-lampu didesain sendiri menyelaraskan tampilan angle eyes, ditambah dengan acrylic pakai water printing tapi motif karbon.
Kemudian, aksesoris lainnya juga dipakai acrylic. Namun kata dia, bisa gonta-ganti warna dengan via android alias smartphone. “Fungsinya meminimalisir budget, saya pun akhirnya belajar. Ketimbang beli mahal-mahal ampe jutaan, kita belajar kastem ajalah. Paling kalau ada hal yang sulit saya sharing ke teman,” kata Komang.

Beralih ke sektor kaki-kaki yang diklaim Komang paling banyak menguras kocek. Mulai dari pelek, dia benamkan FS Work asli Jepang, dengan ketebalan depan 11,5 inchi, belakang 13″ yang dungkus dengan ban accelera ukuran 215/40/R18 untuk depan dan 235/40/R18 untuk belakang.
“Nah, kalo untuk air suspensi saya pake ID One 4 titik, yang dapat dioperasikan via android. Kalau untuk pengereman, saya pake BBK Brembo depan 4 pot belakang 2 pot,” tandasnya.
Diakuinya, selain untuk kontes mobil ini juga kerap digunakan Komang untuk aktivitas dia sehari-hari. Mobil ini, katanya juga sudah dipakai turbo serta ecu, jadi bisa nyaman untuk harian.
“Sewaktu berangkat dari Senggigi-Lombok menuju Denpasar, saya gak pake towing, bahkan saat ada event di Gianyar mobil ini saya bawa sendiri,” aku pria yang tengah meniti karirnya sebagai Notaris ini.
Sementara perubahan di sektor jantung pacu, Komang hanya membubuhi sedikit pernak-pernik seperti kabel ground, saringan udara serta turbo. “Kalo untuk mesin Civic FD ini sudah lumayan menurut saya. Kalo pemasangan turbo pake yang murah-meriah, fungsinya hanya sekadar meningkatkan tenaga kuda saja sih,” kata dia. Mobil ini, lanjutnya, juga sudah dilakukan Dyno test, dari 178,8 HP dengan 5900 RPM torquenya meningkat menjadi 185,3 HP di 4100 RPM.

Melongok ke bagian dalam, sedan ini sudah dijejali oleh perangkat kosmetik audio dengan menghilangkan jok penumpang. Agar kental bernuansa racing, Komang mengganti jok kemudi dengan produk bridge serta pemasangan roll bar. Dasbor sudah dilapisi dengan karbon dengan hiasan pernak-pernik di dalamnya. Setir juga sudah didesain aroma balap.
“Kalo untuk audio, saya pakai 4 buah subwoofer dan 4 buah speaker vokal dan di bagasi belakang saya pasang 2 sub dan 6 buah vokalnya, jadi totalnya 12 vokal. Sementara powernyam saya pakai monoblok 2 buah. Ini sebenernya saya fungsikan untuk ngejar kategori ekstreem di beberapa event lokal,” jelas Komang.
Dirasa belum puas dengan dandanan pada mobil ini, Komang juga berencana untuk memberikan beberapa perangkat kastem yang belum sempat dilakukan. “Kalau dilihat masalah kepuasan untuk dunia otomotif, gak ada habisnya. Karena ini merupakan hobi yang tak ada habisnya,” pungkasnya.
Komang merupakan satu-satunya Putra Lombok yang masuk dalam klub Vavoma Car Crazy. Dia sah menjadi salah satu member klub tersebut sejak 6 bulan lalu. Komang juga menyarankan kepada personil penggila modifikasi yang ingin gabung di Vavoma Car Crazy, agar tidak merasa angkuh dan mau bersosialisasi.
“Bagi anggota yang ingin masuk selain solid juga harus rendah hati, kalau hanya sekedar show off ya mending gak usah masuk,” tegas Komang.