Arta Wirawan : IGNITY Harus Bisa Membaur, Jangan Cuma ‘Onani’!

iamautomodified.com, BALI – Pada perhelatan Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang di gelar di Mal Bali Galeria (MBG) pada 22-23 Juni 2019 kemarin, salah satu member IGNITY (Ignis Community) menjadi salah satu kontestan di ajang tersebut.
Sebagai perwakilan IGNITY Bali, mobil berkonsep adventure milik Bagus Widodo ini terjun berkompetisi untuk mengharumkan nama IGNITY di Pulau Dewata. Al hasil, lewat besutan yang dipamerkan, Urban SUV miliknya berhasil meraih 3 tropi diantaranya Best SUV Tuners, Best Offroad Look dan Editor’s Choice Award.
Pasalnya, Pulau Dewata merupakan cikal-bakal berdirinya klub Suzuki dengan mengusung nama Suzuki Ignis Community (SIC), demikian seperti ditegaskan Arta Wirawan kepada IAM di sela-sela acara IAM MBtech Bali 2019.
“Jadi, kita itu merupakan chapter sekaligus pengagas pertama kali di Pulau Bali. Kami terbentuknya bulan Mei, tapi kita resmi didekalarasikan pada tanggal 17 Agustus 2017,” ungkap Arta.
Di awal tahun, lanjutnya, perkembangannya cukup baik. Artinya member-member disini aktif menggelar kegiatan sosial dan silaturahmi serta sangat kompak. “Kalau untuk jadwal kegiatan kita hampir setiap bulan menggelar baksos dan coaching clinic terutama di minggu kedua. Terkadang ‘kopdar tipis’ seminggu sekali sambil melakukan kegiatan sosial, seperti yang kita lakukan di 2017 lalu, sewaktu Gunung Agung erupsi,” papar Arta.
Meski hanya mencakup radius 6-8 KM, erupsi itu sempat membuat panik warga dan sebagian ada yang mengungsi di Karang Asem. “Kalau dari Denpasar ke Karang Asem itu jaraknya hampir satu jam perjalanan. Jadi di Denpasar hanya kebagian debunya saja. Nah, kita disini menyalurkan paket sembako berikut obat-obatan,” kata dia.
Selain itu, lanjut Arta, IGNITY juga sempat menggelar aksi sosial saat gempa Lombok serta Gempa dan Tsunami di Palu. “Kita hanya menyalurkan donasi saja. Kebetulan saat itu kita terkumpul Rp 5 juta, jadi kita bagi Rp. 3 juta untuk Lombok dan Rp. 2 juta untuk Palu,” bebernya.

Bicara menyoal perkembangan IGNITY di Bali ini, kata Arta sudah terbentuk sebelum Suzuki Ignis dirilis secara nasional. “Karena saya sendiri bekerja di Suzuki, jadi saya tahu bocoran sebelumnya. Nah, melalui sosial media (sosmed) kami sudah membuat jaringannya dan waktu itu namanya Suzuki Ignis Community,” sebut Arta.
Seiring waktu, ada salah satu member yang join di Suzuki Ignis Community memberi kabar bahwa di Pusat sudah berkumpul untuk merangkul secara nasional. “Kamipun kemudian dihubungi oleh salah seorang penggagas yaitu Om Piko dan Om Arif, jadi kami diminta untuk ikut bergabung untuk mendirikan IGNITY,” kata pria yang bekerja di diler Suzuki Bali ini.
Sebagai perwakilan diler yang bertugas untuk memberikan pelayanan ke konsumen untuk pengguna Ignis, jadi Arta akhirnya menyetujui untuk bergabung ke IGNITY. “Jadi Suzuki Ignis Community di Bali itu kita arahkan ke member IGNITY. Waktu itu member Ignity masih sedikit, masih sekitar 20 sampai 40-an member. Jadi saya menghubungi konsumen-konsumen pemilik Ignis untuk ikut join di IGNITY,” imbuhnya.
Arta juga memberitahukan kepada calon member IGNITY, untuk join menjadi member biaya registrasinya sebesar Rp. 250 ribu, bebas iuran bulanan. Mereka akan mendapatkan benefit yaitu T-Shirt, ID Card, Member service, serta bekerjasama dengan merchandise.
“Karena saya bekerja di Dealer Suzuki, maka saya mematok diskon service minimal 15 persen. Jadi memang IGNITY Bali yang pertamakali melakukan kerjasama dan diakui dan dikukuhkan oleh PT Sejahtera Indobali Strada (SIS),” ungkapnya.
Hingga di 2019 ini, IGNITY sudah mencapai 50-an member. Dari 50 member yang terdaftar di IGNITY, kemungkinan hanya 25-an member yang aktif. “Kenapa mereka tidak aktif seperti di daerah lain, Karena memang di Bali itu culturenya seperti itu,” tegasnya.
Jadi, bukan berarti IGNITY itu tidak hidup di Bali, walaupun tidak kelihatan kumpul-kumpulnya di daerah lain. Karena di Bali ini kerjanya tidak bisa diprediksi karena kerjanya pakai shift.
Suzuki Ignis rata-rata digemari oleh konsumen pasangan muda alias PASUTRI (pasangan suami-istri) yang baru memiliki 1-2 anak. Makanya gaya modifikasinya pun disesuaikan ada yang penyuka sport serta adventure.

“Tapi kalau kawula muda, mungkin lebih di sektor penampilan dan penambahan kosmetik audio,” ungkap pria yang juga tergabung di Forum Otomotif Bali (FOB). Menurutnya, di FOB itu sudah terdaftar 70-an klub mobil serta banyak sekali membuat kegiatan dalam bentuk kontes-kontes,” kata dia.
Arta Wirawan berharap pengurus IGNITY harus menjadi klub yang mandiri dan lebih demokratis, lebih luwes serta fleksibel terhadap para member. “Jadi kita mengelola sebuah klub itu tidak sama seperti mengelola suatu perusahaan. Jangan sampai merasa kita yang mendirikan sudah mengklaim bahwa klub itu milik kita, semua harus mengikuti instruksi,” pesan Arta.
Jadi kalau mau membernya bagus, lanjutnya, jangan cuma berada di atas kertas saja tapi bagaimana supaya kita bisa berinteraksi dengan klub-klub lain. “Jangan merasa eksklusif, kalau sudah merasa eksklusif ya udah berarti kaya orang ‘onani’, cuma dia sendiri yang merasakan kepuasan,” selorohnya.
Sebenarnya konsep IGNITY itu sudah dibuat dengan baik, ada namanya Munas 1, kebetulan saya di Ignis Nasional itu saya sebagai Koordinator Dokumentasi dan acara waktu Munas 1. Rencananya di Munas kedua akan di laksanakan pada April 2020 mendatang,” tutup Arta.