Beda Kontes Audio IAM dan Kontes Lain, Begini Tanggapan Klub Impossible

iamautomodified.com, KOTA BATU – Pertarungan intensitas suara di sektor, audio mulai dilakukan oleh puluhan peserta mobil di halaman parkir Museum Angkut, Kota Batu, Malang-Jawa Timur, Sabtu 29 Juni 2019.
Setidaknya tercatat ada 18 peserta untuk kontes audio, mereka terbagi atas dua kejuaraan yaitu Sound Quality (SQ) dan Sound Quality Load (SQL).
“Untuk kejuaraan SQ ada 6 peserta dan untuk SQL ada 12 peserta. Saat ini mereka semua tengah bertarung untuk menjadi yang terbaik di kelasnya,” ujar Ayyi, salah seorang penyelenggara IAM.
Sementara itu, salah satu klub audio yang sohor disebut Impossible (IMP) turut berpartisipasi di ajang IAM MBtech 2019 di Kota Batu ini. Mereka menerjunkan beberapa timnya untuk berlaga dalam kontes yang diselenggarakan.
“Untuk kontes modifikasi IAM kita menerjunkan 10 mobil, kontes audio 10 mobil, dan kontes Daihatsu Dressup Challenge (DDC) ada 7 mobil. Jadi total keseluruhan yang terjun 27 mobil,” jelas Erwin Wahyudi, founder IMP kepada IAM.
Menurut Erwin, IMP selalu ikut berpartisipasi di event IAM yang digelar selama ini. Sepanjang keikutsertaanya itu, Erwin menyarankan agar ada penambahan Juri untuk kontes audio. Selain itu, kata dia, penjurian tersebut agak sedikit ‘molor’ alias gak on time.

“Saran saya agar lebih tepat waktu aja dan gak molor untuk penjuriannya. Kemudian, mengapa tidak ada penambahan untuk Juri di kontes audio ini dan hanya satu. Minimal juri ada dua lah, jadi ada pembanding. Misalnya, Juri yang A penilaiannya 7 yang satunya 8, nah mereka kan bisa saling koreksi,” saran Erwin.
Kalau hanya diputuskan sendiri, lanjutnya, tidak ada pembanding. “Saya akui memang, Mr. Wong merupakan juri yang sangat detil, tapi sedetil-detilnya manusia pasti ada sisi minusnya. Syukurnya, selama ini belum pernah terjadi selama kita ikut dalam kontes ini. Mr. Wong penjuriannya OK, diajak sharing juga orangnya enak,” seru Erwin.
Menanggapi hal itu, Juri Audio IAM, Wong Chan Keong menjelaskan bahwa penjurian yang agak sedikit ‘molor’ itu, sebenarnya bersumber dari peserta yang belum siap untuk dilakukan penilaian.

“Yang bikin gak ‘on time’ itu sebenarnya adalah dari peserta itu sendiri. Terkadang dari penyetelan audio yang harusnya 5 menit menjadi 15 menit. Tentunya ini salah satu hal yang menyita waktu,” sanggah Mr. Wong.
Kemudian, Ayyi juga menambahkan untuk penjurian sendiri, Mr. Wong cukup menguasai dibidangnya. Dia merupakan juri Profesional yang independen dan sudah GO-International.
“Kalau perihal tim juri, tergantung dari banyaknya peserta, kalau cuma di bawah 30 peserta, Mr. Wong masih sanggup untuk mengatasinya. Selain itu, dia tidak terikat oleh merek audio apapun, jadi inilah yang membedakan kontes audio IAM dengan kontes audio lainnya,” tuntas Ayyi.