Klub Impossible, Buktikan Suatu Hal Mustahil Jadi Berhasil

iamautomodified.com, KOTA BATU – Perkumpulan pecinta dan penggemar audio mobil yang tergabung dalam satu wadah bernama Impossible Music Power alias IMP turut menyemarakkan gelaran IAM MBtech di Museum Angkut, Kota Batu, Malang-Jawa Timur pada tanggal 29-30 Juni 2019.
Kali ini, Klub IMP menerjunkan 27 mobil yang terbagi atas tiga kejuaraan yaitu 10 mobil untuk kontes modifikasi IAM, 7 mobil kontes Daihatsu Dressup Challenge (DDC) dan 10 mobil untuk kontes audio.
Bicara menyoal IMP, Erwin Wahyudi, sang pelopor berdirinya IMP memaparkan bahwa makna dari kata Impossible Music Power itu awalnya cuma iseng. Jika diartikan, kata Erwin, adalah sebuah musik yang gak masuk akal alias mustahil.
“Kenapa koq mustahil? karena audio kita rata-rata dibangun dengan budget yang sangat minim. Tapi meski demikian kita sering menjuarai di beberapa kategori mobil,” jelas Erwin, saat ditemui IAM di sela-sela acara, Minggu 30 Juni 2019.
Ciri Khas dari IMP, ditandai dari speaker, full range dan mid hack. Ada komunitas lain yang ingin memakai merek sama dengan IMP. “Memang speaker ini gak dijual secara bebas karena kita menyesuaikan budget,” ujarnya.
Penghargaan paling bergengsi yang sempat diraih IMP yaitu di bulan Februari 2019 lalu, IMP terjun di asosiasi audio USAJI kelas nasional. “Kita turun di dua kelas dan meraih Champion Nasional, yang dua kelas meraih Runner up. Setelah itu dua minggu kemudian, di bulan yang sama kita ikut di ajang Asia, dan mendapat Runner Up juara 2 di tingkat Asia,” bangga Erwin.
Cikal-Bakal klub IMP dicetuskan pada tanggal 4 September 2017. Sepanjang 1,5 tahun hingga kini jumlah member yang tergabung sudah tercatat 76 anggota. “Kalau untuk Chapter, kita ada di Bali, di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta dan Bekasi,” tandasnya.

Sebelum berdirinya IMP, kata Erwin, dulunya mereka bermain audio antar komunitas saja dan belum ada gagasan untuk mendirikan sebuah klub khusus untuk audio. “Akhirnya, lama-kelamaan kita ciptakan dengan tujuan untuk saling sharing saling mengisi, dan saling melengkapi,” imbuhnya.
Di Klub IMP ini, tidak membatasi dari klub/komunitas mana mereka berasal. Intinya mobil-mobilnya khusus bertarung untuk mengikuti kontes. Baik di audio, modifikasi, cutting sticker, offroad maupun dragrace. “Seperti dengan gelaran event IAM MBtech ini, semua member yang ingin bermain di kelas manapun kita atur siapa saja yang ingin turun,” kata dia.
Karena sedari awal, Erwin membentuk nama Impossible Music Power (IMP) adalah khusus penggemar audio saja. Tapi dengan berjalannya waktu, ada beberapa member yang beraliran modifikasi, cutting, drag juga offroad turut bergabung.
“Memang sempat ada problema serta saran dari teman-teman untuk menghilangkan ‘Music Power’ nya. Impossiblenya tetap, karena IMP sudah dikenal di dunia modifikasi. Jadi kalau Impossible aja kan maknanya lebih luas, jadi tidak fokus ke audio saja,” terang Erwin.
Beberapa klub mobil yang juga ikut bergabung di IMP ini sudah cukup banyak diantaranya ada dari AXIO, HJOC, MOI, GALACI, Brio Community, Komunitas Pick up, Starlet, HRV Indonesia, dan masih banyak lagi.
“Tujuan kita cuma mencari saudara. Kita tidak membedakan mobilnya apa, jenis audionya model kaya gimana, budget berapa, itu bukan tujuan utama kita. Tujuan kita tetap mencari teman dan saudara, itu saja,” tuntasnya.
Hasilnya, untuk kontes modifikasi di IAM MBtech Kota Batu 2019 ini, IMP meraih 27 tropi, diantaranya Best stick on graphic, Itasha Yanki, Third Place-IAM Rep, Best City Car Players, Best Toyota Players, dan The Best Indonesia Modified Car Players.
Untuk kontes audio, IMP juga meraih tropi Fifth Place-DB Master, Fourth Place-DB Master, Third Place-DB Master dan Runner up-DB Master, kemudian untuk piala DDC diantaranya Best Xenia dan Best Granmax/Luxio.