Perancang Interior Mobil Ridwan Kamil, Tampil Berlaga di IAM MBtech Bandung 2019

iamautomodified.com, BANDUNG – Ajang kompetisi Indonesia Automodified (IAM) MBtech menjadi sebuah peluang besar bagi para modifikator, pemilik bengkel serta para pengrajin seat maker untuk menampilkan karya-karya terbaiknya.
Kontes yang digelar pada tanggal 21-22 September 2019, di Graha Manggala Siliwangi ini telah merangsang perkembangan modifikasi di wilayah Kota Kembang ini. Seperti pada salah satu kontestan yang mengusung nama bengkel Brother Autostyle.
Di event ini, Broto Pandoyo (sang owner) menerjunkan dua mobil andalannya, Avanza tahun 2012 dan Kijang Grand lansiran tahun 1995. Di kedua mobil ini, Broto menampilkan buah karya modifikasinya di sektor interior.
Melalui keikutsertaannya di IAM MBtech Bandung 2019 ini, Broto berharap dunia otomotif akan semakin berkembang serta menjadi motivasi kaum milenial/kawula muda untuk terus berkreasi di bidang otomotif.

“Kontes modifikasi IAM ini, memang sangat istimewa. Setiap event IAM di gelar di Bandung kita tak pernah ketinggalan ikut. Tujuannya, selain menjaga eksistensi bengkel kita juga bisa bersilaturahmi sesama pecinta otomotif lainnya,” ungkap pemilik bengkel Brother Autostyle, Broto Pandoyo ini kepada IAM, Jumat malam 20 September 2019.
Bicara menyoal eksistensi Brother Autostyle di ranah modifikasi Bandung, Broto menyatakan bahwa bengkel ini fokus di desain interior. Namun, tidak menutup kemungkinan jikalau ada konsumen yang menginginkan modifikasi bodykit, painting, pengerjaan box audio dan perawatan umum.
“Kita juga melayani painting, bodykit, pembuatan box audio tapi kita lebih fokus ke desain interior. Selama konsumen tersebut percaya kepada kita, maka pasti kita akan kerjakan,” imbuhnya.
Biasanya, kata dia, untuk tren terkini di sektor interior lebih ke elegan, kenyamanan, kerapihan serta detailing. “Kita hanya menyarankan motif apa yang diinginkan oleh konsumen. Paling kita buat sedikit handmades agar berbeda dari lainnya,” kata Broto.

Handmade biasanya dari sektor pola yang dibuat seperti rajutan, kemudian untuk penjahitan ada tiga tahap yaitu single, double stick serta penyulaman. Seperti pengerjaan interior pada mobil Avanza yang ditampilkan.
“Pada model Avanza yang kita terjunkan di event ini, kita desain ala living room. Kemudian pembuatan sofa, penjahitannya pun kita buat handmade. Seluruh bagian interior kita balut menggunakan bahan MBtech,” jelas Broto.
Kalau masalah budgeting, katanya, tergantung tingkat kesulitannya seperti apa. Bagian mana saja yang mesti dikerjakan, lalu dikalkulasikan budgetingnya ke konsumen. “Kecuali untuk mobil-mobil orsinil serta standar, atau hanya untuk daily use itu sudah pasti ada angka yang tertera disana,” tandasnya.
Untuk model yang tidak terlalu rumit dan hanya dua baris, Broto mematok harga Rp. 2,5 juta. Kalau untuk tiga baris, biayanya seharga Rp. 3 juta. “Itupun tergantung kondisi jok juga. Apakah ada yang direstorasi atau tidak,” tegas Broto.

Brother Autostyle sejak berdirinya di tahun 2006 hingga kini, sudah memiliki dua cabang. Pertama di jalan Laswi arah Trans Studio Mall Bandung kemudian di Jalan Ciwastra, Buah Batu.
Broto menyatakan sangat optimis bahwa bengkelnya sudah mendapat kepercayaan dari berbagai pihak. Bahkan saat Ridwan Kamil masih menjabat Walikota, Broto sempat mendesain interior Kijang Innova tahun 2016 miliknya.
“Kita buatkan sebuah living room dengan membuat meja kerja di dalam mobil tersebut. Paket Living Room pada mobil itu harganya Rp. 25 jutaan, balutannya pun full kulit asli, jok, restorasi modifikasi jok, box serta kita buatkan sebuah penyimpanan berkas,” tuntasnya.