Benarkah Pemakaian Oktan Booster Bisa Menimbulkan Kerak Pada Tangki Bensin?
iamautomodified.com, BANDUNG – Maraknya peredaran produk oktan booster di pasar otomotif Indonesia membuat sejumlah konsumen kian penasaran, seberapa pentingkah produk tersebut berfungsi bagi kendaraan.
Sebagaimana diketahui bahwa produk Oktan booster itu berbeda-beda, ada yang berbentuk tablet, adapula yang berbentuk cair. Fungsinya jikalau takarannya pas, bisa menambah performa laju kendaraan bahkan ada yang menyebut bisa menghemat BBM.
Salah seorang manager produk engine care Automaster, Dedy Kurniawan menegaskan bahwa sebenarnya untuk mengolah bahan bakar Premium ke Pertamax tidak semudah itu. Karena, kata dia, untuk meningkatkan oktan pada bahan bakar dari Premium ke Pertamax itukan takarannya harus benar-benar pas.
“Kalau tidak, yang ada malah merusak senyawa bensin itu sendiri. Sebenarnya, pemakaian oktan booster itu tidak kami sarankan, karena ketika salah takarannya bisa menimbulkan kerak. Semisal 1 tablet untuk bahan bakar sebanyak 5 liter berarti harus tepat takaran bensinnya,” jelas Dedy.
Automaster juga memiliki produk oktan booster berukuran 250ml, untuk kendaraan bertangki bensin 40 liter. Dedy juga pesimis takarannya bisa pas ketika mobil itu terindikasi 40 liter.
“Jika takarannya dikurangin, pas atau tidak kita juga gak tau. Makanya pemakaian oktan booster itu tidak kami sarankan,” tandasnya.
Contoh soal untuk mobil LCGC, jika memang dari APM nya mewajibkan penggunaan pertamax maka gunakanlah pertamax. Kalau misalnya dari ATPM menyarankan mengisi pertalite ya pertalite. Kalau mobil di bawah tahun 2000 kan masih bisa pertalite sama pemium.
Kalau mobil LCGC itukan butuh molekul kecil, jika memang bahan bakarnya harus pertamax, lalu kita isi bensin atau pertalite maka yang terjadi mobilnya ngelitik, pembakaran jadi tidak sempurna, dan performa mesin menurun.
“Makanya di Automaster Engine Care ada perawatan tune up. Itu semua bisa ditanggulangi dengan cara tune up menggunakan chemical,” kata Dedy.