Penjualan Mobil Bekas Merosot di 2019, Boy Auto Atur Strategi Hadapi Tahun 2020

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Jelang pergantian tahun, penjualan mobil bekas/seken mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini dirasakan oleh salah seorang pemilik showroom jual-beli mobil bekas, Boy Auto saat ditemui di Showroom Carsentro Jalan Magelang, Yogyakarta, Senin 30 Desember 2019.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penjualan mobil disini menurun drastis. Di tahun 2018, sebulan saya bisa menjual mobil rata rata 20-25 unit. Tapi, di tahun ini hanya tembus diangka 5-10 unit per bulan,” keluh Boy.
Namun, meski demikian Boy masih tetap optimis dan tetap berupaya untuk bermain lewat harga dan kualitas. Menurut Boy, banyak faktor yang berdampak pada penurunan penjualan mobil, salah satunya adanya kampanye nasional seperti pemilu hingga menghadapi tahun ajaran baru.
“Mendekati akhir tahun serta menjelang lebaran di 2020 ini masih terasa sepi. Berbeda dengan lebaran tahun lalu, penjualan mobil saya bisa tembus sampai 35 unit. Tapi tahun ini masih samar-samar,” tandasnya.

Meski begitu, beberapa diantaranya masih cukup diminati banyak masyarakat DIY. Terutama mobil MPV. Sebab jenis mobil tersebut memiliki kegunaan yang multi fungsi. Selain itu city car juga masih banyak peminatnya.
“Selain bisa dipakai sebagai mobil keluarga, mobil jenis ini juga bisa digunakan sebagai lahan bisnis seperti taksi online. Kalau city car, karena di wilayah DIY ini sudah padat, jenis city car cukup andal menghadapi kemacetan,” kata pria yang juga selaku Ketua Umum Odyssey Indonesia ini.
Showroom Boy Auto memiliki 5 slot yang cukup memuat 20 unit mobil. Masyarakat disini, kata Boy, rata-rata menyukai mobil-mobil keluaran Jepang, seperti Daihatsu, Toyota, Honda, Mitsubishi dan Mazda.
“Mobil Eropa juga kita sediakan. Tapi memang agak lambat, peminatnya berkurang. Disini berbagai jenis mobil ada, intinya kita bersaing harga serta kualitas mobil. Mobil yang harganya milyaran juga ada seperti Alphard tahun 2018, Porche, Vellfire dan lain-lain,” jelas Boy.

Kalau untuk mobil Mercy E-260 tahun 2002 ini, harganya mulai Rp. 120-125 jutaan. Yang termahal juga ada, seperti Alphard tahun 2018, all new transformer ini harganya bisa 1 milyar.
“Kemudian Vellfire ini saya jual Rp. 300 jutaan, Fortuner tahun 2015 sekitar Rp. 300-330 jutaan, dan Mazda Rp 115 jutaan,” bebernya.
Bicara menyoal garansi, selama pemakaian wajar Boy memberikan garansi 1-3 bulan. Tapi sejauh ini, kata Boy, tidak pernah ada yang komplain, lecet-lecet sedikit wajar karena mobil itu bergerak.
“Kita juga berikan pelayanan yang sesuai dengan yang apa kita jual, karena pembeli itu raja. Jadi, sebisa mungkin saya meyakinkan konsumen itu sesusai fakta yang ada. Kemudian kita juga bantu dalam hal surat-menyurat, perpanjangan STNK ataupun proses balik nama,” pungkasnya.