Val Wilson Akui Sulit Koreksi Warna pada File JPEG Ketimbang RAW, Ini Alasannya

iamautomodified.com, JAKARTA – Selain Reinhart yang berhasil masuk tiga besar di ajang IAM Photo Edit Challenge untuk Kategori Retouch, Val Wilson juga membeberkan rahasia dibalik kepiawaiannya dalam mengedit photo.
Dikatakannya, konsep dari retouch ini dia ingin memaksimalkan berbagai detail pada mobil agar foto terlihat lebih HD dan Crispy. Val Wilson berupaya mengeluarkan warna asli pada mobil agar dapat sesuai dengan ketika melihat mobil itu secara langsung.
“Saya berusaha memperlihatkan detail yang kurang nampak seperti lekukan bodi, reflection pada bodi dan part-part seperti lampu depan dan velg yang over exposed sehingga detailnya kurang maksimal. Namun konsep utama saya adalah mengeluarkan warna asli mobil tersebut agar nampak jelas di foto,” tutur Val Wilson, saat dimintai keterangan IAM, Selasa (10/05).
Senada dengan Reinhart, Val Wilson juga belajar secara otodidak dalam mengedit sebuah photo. Namun dirinya juga mendapatkan beberapa ilmu tambahan setelah mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi.
“Program yang saya gunakan adalah Adobe Lightroom untuk color tone, sisanya untuk retouch detail dan lain-lain saya lanjutkan di Photoshop. Saya menggunakan manual brush untuk memberikan warna pada bagian mobil yang under exposed (tak nampak warnanya), sisanya saya gunakan masking brush untuk memilih bagian yang ingin saya edit dan diatur sedemikian rupa seperti clarity, highlights, shadows dan lain sebagainya,” beber Val (sapaan akrabnya).
Baca Juga : Masuk 3 Besar Kategori Retouch, Reinhart Beberkan Trik Jitu Edit Photo Image
Menurutnya, warna mobil menjadi lebih keluar di semua bagian, detail-detail mobil menjadi lebih tajam dan jelas, background sedikit dibuat lebih gelap dan blur agar main focus dapat lebih tertuju ke mobilnya. Lalu, kerusakan pada pilar di background diperbaiki agar lebih terlihat rapi.
“Kesulitan utama adalah karena file asli fotonya adalah JPEG bukan RAW. Jadi, sedikit kesulitan untuk proses color correction di lightroom. Akhirnya, saya color correction secara manual di Photoshop. Selebihnya menurut saya tidak ada kendala, karena sebagai fotografer kita harus dapat menyesuaikan karakter foto kita dengan venue yang sudah disediakan,” jelas Val.
Val berharap dari editing contest ini, para fotografer atau digital imager dapat mengasah kemampuan editingnya dan dapat meng-explore skill yang sudah dimiliki.
“Saya berharap juga mereka (fotografer/digital imager =red) tidak semena-mena, hanya ingin mengejar prize yang disediakan yang pada akhirnya menggunakan cara yang bisa terbilang “curang” seperti hanya menggunakan filter dari aplikasi tertentu lalu tinggal mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya dengan harapan bisa menang tanpa mengeluarkan banyak effort,” pesan Val.
Namun di luar itu semua, menurut Val editing contest ini sangat seru. Karena dirinya dapat meng-explore lebih lagi kemampuan editing dan Val cukup tidak menyangka kalau editing contest bisa se-intense ini juga.
“Namun menurut saya, mungkin untuk kontes selanjutnya dapat diberikan tambahan pada aspek penilaian kontes. Seperti penilaian dari aspek estetikanya, agar tidak hanya dari polling Instagram saja,” tutur Val.