Genap di Usia 4 Tahun, Kiprah Omletz Community Terus Berkibar di Pelosok Nusantara

iamautomodified.com, JAKARTA – Komunitas mobil yang mengusung nama Omletz Community, menjadi salah satu perkumpulan penggemar modifikasi yang sangat solid. Betapa tidak? komunitas ini dibentuk atas dasar latar belakang, suku, ras, agama dan profesi yang ada di dalamnya.
Apalagi, jikalau ditinjau dari sebuah nama yang dideklarasikan, Omlet didefinisikan sebagai sebuah nama panganan yang terbuat dari telur bercampur dengan berbagai bahan.
“Ya, Omletz Community memang diambil dari sebuah nama makanan mengingat anggotanya campur-campur. Selain berbeda-beda mobil, kesemua anggota Omletz juga merupakan gabungan dari berbagai suku, ras, agama dan berbagai kalangan,” jelas Oscar, saat dikonfirmasi IAM, Minggu (30/08).
Tapi, kata Oscar, bagi para penggemar komunitas mobil, pengucapan nama omletz (dengan ditambah z dihurup belakang) terkenal sebagai kumpulan para pecinta mobil yang eksis dan memiliki anggota yang banyak. Omletz pertama kali didirikan di Kota Yogjakarta.
“Komunitas mobil Omletz tidak hanya ada di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogjakarta dan Surabaya, tapi chapternya juga hadir di Banua dengan nama Omletz Community Banjarmasin. Omletz Community dipunggawai oleh Yuki Firmasnyah selaku Ketua Umum Omletz Community,” imbuhnya.
Sementara Omletz Banjarmasin, merupakan chapter baru yang sudah masuk ke-24 dari seluruh Indonesia yang dibentuk pada 16 April 2016 lalu. Belum lama ini, Omletz Community telah merayakan anniversary nya yang ke-4th.
Namun chapter Omletz harus dengan nama kota sehingga hijrah ke Banjarmasin dengan anggota dari berbagai daerah mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Pelaihari, Asam-asam dan Batulicin (Tanah bumbu).
“Kini jumlah anggota Omletz Banjarmasin yang aktif 20 orang. Beragam mobil milik para anggota Omletz juga tidak hanya tertuju pada merk, model serta jenis mobil. Kendati merk mobilnya berbeda beda namun Omletz Banjarmasin tidak memperdulikan hal itu mengingat semua sudah dianggap sebagai saudara,” kata pria yang juga selaku Ketua Omletz Banjarmasin.
Keragaman juga ada pada latar belakang pendidikan dan pekerjaan dari anggota Omletz Banjarmasin. Sebagian anggota ada yang masih mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa, namun ada juga yang sudah jadi pekerja swasta dan lain sebagainya. Namun, katanya lagi, mayoritas dari mereka sudah bekerja. Sehingga mereka tidak merepotkan dalam hal pertemuan.
Bicara menyoal kongkow-kongkow, Omletz kerap menggelar pertemuan alias kopi darat (kopdar) sebulan sekali sehingga terjalin kerununan serta kedekatan antar member. “Kerukunan tidak hanya pada anggota saja tapi juga kepada para keluarga anggota Omletz,” tuntasnya.