Begini Sulitnya Restorasi Honda Civic LX ’88 Full Spek JDM, Langka tapi Berharga

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Honda Grand Civic LX kembali tampil dalam kompetisi Indonesia Automodified (IAM) di Sleman City Hall, Yogyakarta pada tanggal 05-06 September 2020. Mobil lansiran tahun 1988 ini menjadi salah satu mobil legendaris yang membuat para pengunjung berdecak kagum.
Honda Civic LX sendiri pada masanya menjadi salah satu sedan primadona dari Jepang, karena Honda Civic ini memiliki teknologi handling yang tergolong maju di masanya. Seiring Honda Civic yang kini sudah masuk ke generasi kesepuluh, Honda Civic LX lawas ini ternyata tetap memiliki fans dan peminat yang besar di Indonesia.
Jatmiko sang pemilik Grand Civic LX ini telah memiliki cara khusus untuk bisa merawat mobil kesayangannya ini, mulai dari perburuan part orisinil, restorasi serta perawatan ekstra hingga membuat mobil ini menjadi idola.

Jatmiko mengklaim bahwa semua part yang disematkan pada Garnd Civic LX miliknya tersebut adalah khas Japannese Domestic Market (JDM). “Benar, saya memang sengaja mencari part semua dari Jepang seperti setir, karpet, cluster meter, AC, dum light, lampu, headunit gatter, dan satelit,” ucapnya saat dikonfirmasi IAM.
Ia juga telah membenamkan sebuah pelek mugen orsinil dengan ban merek Achilles R15. Kemudian kap depan bonet, hood insulator, posisi antena depan, garnis, bumper lebar semuanya didapatkannya masih orsinil dari Jepang.
“Kalau untuk Tungrak itu bukan JDM, kalau dilihat part ini bawaan USDM. Sebab sangat sulit dicari, tapi akhirnya saya tetap pasang tungrak. Sedan ini sudah cukup canggih, karena kaca spion yang digunakan bisa diatur secara elektrik,” imbuhnya.

Masuk ke sektor interior, Honda Civic LX menggunakan dashboard yang cukup mengedepankan pendekatan desain yang simetris. Kesan ini terasa kala melihat desain kisi-kisi AC di dashboard, maupun desain panel instrumen, sampai ke central cluster yang menjadi tempat pengaturan AC, Audio, sampai asbak dan lighter.
Tersedia ruang penyimpanan terbuka di central console depan tuas transmisi, ruang penyimpanan tertutup ada di glove box pada sisi penumpang depan, serta ruang penyimpanan koin di sisi pengemudi.
Bagi Jatmiko, dari kesemua aksesori yang diburunya cover jok orisinil EF2 berwarna cokelat merupakan salah satu aksesori yang sangat sulit didapatkan. “Untuk cover jok warna cokelat, di Indonesia mungkin Jatmiko baru ketemu itu, biasanya bintik merah atau bintik hijau.

“Kalau cokelat full saya belum pernah menemukan karena ini merupakan khas dari Grand Civic LX,” ujar pria yang berprofesi di bidang juru ukur ini.
Diakuinya, keterlibatan dirinya terjun di dunia modifikasi ini hanya ingin memperbanyak persaudaraan, terutama pada sesama pecinta mobil lawas. “Intinya kepingin eksis saja. Saya datang bawa mobil kan jadi banyak saudara,” katanya.
“Saya mencintai mobil klasik karena minoritas, dan minoritas bagi saya adalah seni. Orang dijalan mengatakan mobil seperti lainnya memang banyak, tapi kalau ini kan beda. Emang di jalanan banyak tapi kualitas seperti mobil saya susah dicari.” tuntasnya.