Sabet King Tuners di IAM Jakarta 2021, Honda S2000 ini Bikin Platinum Motorsport Naik Pamor

iamautomodified.com, JAKARTA – Honda S2000 berkonsep street racing persembahan Platinum Motorsport, berhasil menyandang gelar King Tuners di ajang kompetisi Indonesia Automodified (IAM) Jakarta 2021. Roadster berpenampilan hotrod ini sudah mengalami rombakan kastem di berbagai sektor, sehingga tampil lebih ‘gahar’.
“Mobil ini memang sengaja kita rombak untuk jadi The King. Ini juga merupakan proyek terbesarnya Platinum, kita sudah beberapa kali menangani mobil-mobil customer, dan ini merupakan next level Platinum untuk lebih memperhatikan attention detilnya. Nerapin konsepnya Hot Rod, cuma nyawanya tetap custom,” urai Ican Thalib, modifikator Platinum Motorsport kepada IAM, Minggu 28 November 2021.
Sementara itu, Aditya Pradhana, salah seorang tim Judge IAM juga menanggapi kualitas modifikasi pada Honda S2000 garapan Platinum Motorsport ini. Menurutnya, mobil ini hadir sebagai pendatang baru, namun pemiliknya juga pernah meraih titel The King di event IAM sebelumnya dengan mobil yang lain.
“Kualitas pengerjaannya sangat-sangat baik, dengan modifikasi yang juga ekstensif di semua sektor, terutama di sektor eksterior, paint, dan engine, yang memiliki bobot paling besar di sistem penilaian IAM, disamping sektor undercarriage, interior, hingga audio yang juga tak lepas dari sentuhan,” jelas Aditya Pradhana.
Penampilan luarnya sudah dirubah jadi lebih sangar dan agresif berkat body kit custom yang terpasang. Nampak pula splitter berbahan serat karbon yang menempel di bawah bumper depan serta penambahan turbo full race yang awalnya 15 whp meningkat jadi 400 whp.

Sebelum melakukan ubahan pada kaki-kaki, kata Ican, rangka mobil inipun dicopot satu-persatu kemudian dipasangi plat emas (gold plate).
“Ya, jadi kita trondolin dulu lalu kita goldplate. Untuk airsuspensinya kita pakai Prazis, management airlift, kemudian arm dan chamberkitnya kita pakai hardrace. Nah, bagian inilah yang kita goldplate,” kata dia.
Peleknya order dari rotiform secara khusus, pasalnya spesial dibuat untuk si pemilik mobil dengan ukuran R18″ lebar 13, dengan offset lebar -20 untuk depan, dan -25 belakang. Pelek ini dibalut dengan ban Advan Neova, sehingga memperkuat tampilan mobil.
“Trim-trimnya kita cetak ulang pakai dry carbon. Karena konsepnya street racing, dengan pelek besar maka harus ada wide redactionnya. Jadi kita pakai full dry carbon. Untuk joknya kita pakai recaro sportster, rollbar pakai cusco yang juga dilapisi dengan karbon,” beber Ican.

Masuk ke jantung pacu, selain perubahan mesin Honda S2000 ini juga sektor engine bay sudah berlapis karbon. Jadi sebenarnya, kata Ican, mobil ini kepingin terkesan banyak karbon tapi tidak terlihat banyak.
“Nah, detailing seperti itu sih yang ingin kita tonjolkan. Jadi, modifikasi itu gak cuma mikirin estetika luarnya saja tapi lebih ke detailing,” tandasnya.
Bicara menyoal tren modifikasi di 2022 mendatang, Ican juga menegaskan bahwa konsep modifikasi masih tidak terlalu jauh berbeda dengan 2 tahun sebelumnya di 2018.
“Tapi menurut saya ada peningkatan di sektor detailing. Kini modifikator Indonesia sudah maju, anak bangsa sudah bisa bikin bodykit sendiri, kreativitasnya juga sudah out of the box. Modifikasi sudah terlihat apik di sektor besarnya, kini sektor kecilnya sudah mulai diperhatikan,” tuntasnya.