Kisah Maradona Upgrade Honda Civic FD2 ini Jadi Makin Ganteng Maksimal

iamautomodified.com, JAKARTA – Penampilan kedua Honda Civic FD yang disertakan pada ajang Indonesia Automodified (IAM) Jakarta yang digelar pada 3-4 Desember 2022 ini seperti melambangkan kejayaan Indonesia melalui jubah yang terselimuti oleh mobil-mobil tersebut, yakni merah dan putih.
Kedua Civic FD ini tampil mempesona sehingga banyak pengunjung yang penasaran dengan gaya serta konsep modifikasi yang disematkan. Bahkan, keduanya pun sempat menjadi ikonik pada sebuah klub tempat mereka bernaung.
Dimulai dari Civic FD2 berwarna merah, mobil ini sudah berubah total dari standarnya. Pasalnya, si Pemilik sampai habis-habisan untuk mendandani mobil tersebut lantaran mengacu pada history mobil.
“Pertama memang saya senang sama FD. Ada history panjang sama dia, jadi kepingin disimpen, jadi sebelum disimpen kita mau upgrade semua. Konsepnya sih tadinya bukan buat ajang kontes, hanya pake sendiri dan buat seneng- seneng aja,” urai si pemilik yang akrab disapa Maradona ini.

Sejak saat itu, lanjutnya, jadi sering kendarai Civic FD. Untuk kapasitas mesin sebenarnya sudah cukup besar yaitu 155hp, dari standarnya FD2 matic. “Memang pada dasarnya saya suka matic, karena kalau bawa manual itu pegal,” tukasnya.
Kemudian mesin pun diubah dengan type R, blok bawahnya diganti dengan kapasitas 2400cc, punya Honda Odyssey. Karena untuk mesin seri K ini cukup beragam di Honda, jadi direset kemudian diambil bagian-bagian penting dari seri K ini yang benar-benar high performancenya, baik dari head K20A-nya maupun block mesin K24nya.
“Setelah saya upgrade internalnya, mulai dari metal, pistonnya, setang piston, pulf spring lalu cam gear. Selama ini kebanyakan dari FD sendiri belum ada ubahan yang parah. Maksudnya yang benar-benar nge-poll, nah kemungkinan ini karena saya tergabung di FD Squad, jadi ya sekaligus aja,” papar dia.
Menurut Maradona, mobil ini pertama kali dibuat tahun 2006-2011 untuk jenis type R gak bisa masuk, jadi tahunya yang Civic ini. Type R hanya bisa masuk dari Importir Umum (IU). “Kalau di Indonesia sendiri lebih kurang yang type R (putih) ini setidaknya hanya ada 15 unit di Indonesia,” sebutnya.

Untuk bagian mesin, dia juga masih belajar. Tanya sana-sini, kemudian dirumuskan untuk merombak sektor mesin di AP Speed, karena bengkel ini sangat fokus di mesin Honda. Seri K (type R) ini, katanya, dari Hondanya sudah jadi Legend. Karena ini Beat Engine for Naturaly Espirated, jadi untuk si type R ini the last NA.
“Kemudian di jaman sekarang kan kebanyakan mainnya turbo dan type R yang barupun turbo. Untuk pecinta NA ini tahu bermain di seri K20A ini benar-benar untuk Fun to Drive. Jadi, memang kalau upgrade turbo dibanding NA pasti lebih berat NA, karena kita naikinnya benar-benar dari mesin gak ada bantuan dari turbo,” kata Maradona.
Dikatakannya lagi, untuk modifikasi part termahal ada pada mesin, karena terdapat beberapa part yang diuji ternyata ada R&Dnya. Kebetulan si merah ini, kata dia, Cam nya pakai Stag 3, rata-rata kan stage 2. Karena stag 3 buat dipakai harian itu jarang, sementara stag 4 itu sudah pasti ke Drag, suaranya sudah jelas berbeda kalau stag 4.
“Akhirnya kita setuju menggunakan stag 3, namun pada akhirnya di tuningnyapun PR banget. Istilahnya kalau saya jalain sampai sekarang buat bangun mesin seperti keluar dari lobang jarum. Pengerjaannya sekitar setahun lebih hanya untuk ngoprek mesin,” keluhnya.

Karena pada waktu itu kondisi sedang Covid, dia bangun mesin. Bahkan part-partnya juga lagi susah karena harus impor. Makanya ada beberapa part dari US dan ada juga dari Jepang, “Jadi agak stag, tapi nunggu sampai partnya komplit, nah begitu selesai di mesin saya test dulu seperti morning run dan kegiatan lain,” ujar Maradona.
Pada waktu itu dia juga melakukan pembenahan ulang pada sektor mesin, seperti brakenya diambil partnya dari type R baru, kalipernya Brembo baru kemudian upgrade di rotornya memakai part racing yang sudah dari Project Miu, brake padnya juga Project Miu. “Dan itu membuat handle pengeraman jadi lebih enak dan nyaman,” kata dia.

Untuk bagian buritan, kata dia, waktu itu masih standar. Sedangkan ‘si putih’ ini sudah R&D duluan, dan rotor belakangnya pakai Mugen dan itu membuat daya cengkramnya lebih enak lagi. “Karena kita ini pecinta Mugen, si Merah jadi ikutan jadi pengeremannya lebih enak,” pungkasnya.
Alhasil, dengan penampilan ciamik pada modifikasi Honda Civic FD2 lansiran tahun 2009 berjuluk ‘si Merah’ ini berhasil menggondol sebuah trophy terbaik dari ajang IAM Jakarta 2022.