Dari Empat Orang Jadi Puluhan Ribu, Hiace Owners Malaysia Tumbuh Jadi Komunitas Van Terbesar dan Paling Peduli
iamautomodified.com, SEPANG, MALAYSIA — Siapa sangka, sebuah komunitas mobil van yang bermula dari obrolan empat orang pemilik Toyota Hiace, kini menjelma menjadi salah satu komunitas otomotif terbesar dan paling solid di Malaysia.
Itulah Hiace Owners Malaysia (HOM), komunitas yang sejak 2010 tumbuh bukan hanya sebagai wadah hobi, tetapi juga ruang silaturahmi lintas bangsa dan ladang kepedulian sosial.
Presiden Hiace Owners Malaysia, Bakrudin Ali Ahmad, menuturkan bahwa komunitas ini lahir tak lama setelah Toyota Hiace KD200 resmi diluncurkan di Malaysia pada 2007.
“Kami menubuhkan Hiace Owners Malaysia pada tahun 2010. Bermula hanya empat orang sahaja,” ujar Bakrudin, mengenang masa awal berdirinya komunitas.
Empat orang tersebut, Bakrudin bersama Raziq, Muhammad, Icik, Ahmad, dan Rik menjadi fondasi awal. Dalam waktu singkat, jumlah anggota berkembang pesat. Kini, jika digabung dari beberapa kelompok dan subkomunitas, jumlah pemilik Hiace yang terhubung diperkirakan mencapai 70 hingga 85 ribu orang di seluruh Malaysia, termasuk Sarawak. Bahkan, komunitas Hiace di Singapura disebut mencapai sekitar 10 ribu pemilik.
Van Serbaguna untuk Segala Sektor
Menurut Bakrudin, besarnya komunitas Hiace tak lepas dari fungsi kendaraan itu sendiri yang sangat fleksibel.
“Hiace ini digunakan hampir di semua sektor—perniagaan, keluarga besar, komersial, pelancongan, hingga klinik hemodialisis. Transportation adalah antara yang paling besar,” jelasnya.
Tak heran, Hiace menjadi solusi ketika kendaraan MPV lain tak lagi mencukupi kapasitas. “Bila Alphard, Vellfire, Serena, Innova, Kijang dan lain-lain gagal membawa ramai penumpang, solusinya adalah Hiace,” tambahnya.
Keunggulan utama Hiace, kata Bakrudin, justru ada pada interior. Hampir semua variasi kursi bisa diaplikasikan ke dalam kabin Hiace, membuatnya nyaman untuk kebutuhan keluarga maupun usaha.
“Kebanyakan orang beli Hiace ini untuk dalamannya, bukan untuk modifikasi luarannya. Yang modify luar itu hanya sekitar 15 persen saja,” ungkapnya.
Surga Modifikasi Versi Jepang
Meski tak semua anggota memodifikasi kendaraan, Malaysia disebut sebagai salah satu pusat modifikasi Hiace terbesar di dunia khususnya gaya Jepang.
“Di luar Jepang, komuniti modifikasi Hiace versi Jepang kedua terbesar di dunia adalah di Malaysia,” kata Bakrudin.
Biaya modifikasi pun tidak main-main. Untuk body kit Jepang saja, nilainya bisa mencapai RM70.000, belum termasuk interior dan sistem audio. Sementara modifikasi kendaraan milik Bakrudin sendiri berada di kisaran RM30.000 lebih.
Namun ia menegaskan, modifikasi bukan syarat keanggotaan. “Yang standard pun boleh masuk. Kami terbuka,” ujarnya.

Komunitas Tanpa Iuran, Tapi Paling Cakna
Menariknya, Hiace Owners Malaysia tidak memungut yuran keanggotaan. Masuk komunitas sepenuhnya gratis, cukup melalui persetujuan admin grup.
Meski tanpa iuran, komunitas ini dikenal sangat cakna atau peduli terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Dari banjir besar Pantai Timur 2014 hingga berbagai bencana lain, anggota Hiace sering menjadi yang terawal turun membantu, bahkan sebelum kendaraan 4WD.
“Kami ada tabung bencana. Bila berlaku musibah, kami kumpul secara on the spot,” jelas Bakrudin.
Komunitas ini juga mencerminkan keberagaman Malaysia, dengan anggota dari berbagai latar belakang, termasuk Minang, Aceh, hingga komunitas pendatang dari Kemboja.
Harapan dan Pesan Presiden
Bakrudin berharap kekuatan utama komunitas ini—persaudaraan—tetap terjaga.
“Insya Allah, kekalkan ukhwah, kekalkan silaturrahim. Kecil atau besar event, luangkan masa untuk hadir dan memeriahkan komuniti Hiace,” pesannya.
Ia juga mendorong agar event otomotif ke depan memberi ruang lebih besar pada aspek bodykit, rim, dan warna, sesuai karakter modifikasi Hiace.
Bagi Bakrudin, Hiace bukan sekadar kendaraan. Ia adalah simbol kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian sosial yang bergerak di jalanan Malaysia dan mungkin suatu hari, melintasi lebih banyak negara di Asia Tenggara.