Menjahit Ekspansi di Tengah Lesunya Pasar: Trapo Bidik 15 Dealer dan Era Baru Aftermarket Otomotif
iamautomodified.com, JAKARTA – Di tengah perlambatan industri otomotif nasional, Trapo justru memilih melaju. Brand aksesoris otomotif yang telah satu dekade berkiprah di Asia ini menutup tahun dengan langkah berani: membuka dealer baru dan menegaskan ambisi ekspansi yang tak kecil untuk 2026.
Tiga dealer terakhir yang resmi dibuka berada di kawasan strategis: Fatmawati, PIK 2, Tunjungan Plaza Surabaya, serta satu jaringan lain yang melengkapi kehadiran Trapo di Indonesia. Dengan tambahan ini, Trapo kini mengoperasikan 10 dealer aktif, terdiri dari tujuh di Jabodetabek dan tiga di Surabaya.

Namun, angka itu belum menjadi garis akhir.
“Target kami di akhir tahun ini adalah 15 dealer,” ujar Windy Ardiansyah, Sales Manager Trapo Indonesia, di sela-sela grand opening Showroom Trapo, di Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (5/1). Artinya, setelah pembukaan dealer pertama tahun ini, Trapo masih menyiapkan lima dealer tambahan yang akan menyebar ke sejumlah kota baru, termasuk Bandung dan Medan.
Langkah agresif ini tentu mengundang pertanyaan, mengingat segmen aksesoris otomotif dikenal padat pemain dan kompetisi yang ketat. Tapi Trapo tak sekadar mengandalkan produk.

Bukan Sekadar Jualan, Tapi Menciptakan Pengalaman
Alih-alih bertarung di perang harga, Trapo memilih jalur berbeda: customer experience. Showroom Trapo dirancang bukan hanya sebagai tempat transaksi, melainkan ruang interaksi.
“Bukan model cash and carry lalu pulang,” jelas Windy. “Kami siapkan ruang tunggu nyaman, Netflix, minuman, snack. Customer datang bukan cuma beli, tapi menikmati prosesnya.”

Beberapa showroom terbaru bahkan dilengkapi launch area, ruang khusus untuk perkenalan produk dan aktivasi merek. Strategi ini diyakini menjadi pembeda utama di tengah pasar aftermarket yang seragam.
Optimisme Trapo juga diperkuat dengan langkah mereka memasuki lebih banyak ajang otomotif nasional. Setelah sebelumnya hanya tampil di pameran utama Jakarta, pada 2026 Trapo berencana ikut IIMS dan GIIAS Series di berbagai kota, dengan target 10 roadshow besar sepanjang tahun.
“Tujuannya bukan hanya jualan, tapi mengedukasi dan meng-guide market di daerah,” tambah Windy.

Bertransformasi Jadi One-Stop Automotive Solution
Dikenal luas sebagai spesialis karpet mobil, Trapo perlahan menggeser identitasnya. Sejak 2024, Trapo memosisikan diri sebagai one-stop automotive solution.
“Customer datang dengan mobil kotor, pulang dengan mobil bersih dan lengkap,” kata Windy. Dari karpet, kaca film, peredam, hingga perawatan interior, semuanya tersedia dalam satu atap. Strategi ini dirancang agar konsumen tak perlu berpindah ke kompetitor lain untuk memenuhi kebutuhan kendaraannya.

Di Indonesia, Trapo kini memasuki tahun ke-9, sementara secara regional Asia menandai satu dekade perjalanan. Tema “Next Lap” pun diusung sebagai simbol babak baru.
“Tidak banyak brand aftermarket yang bisa bertahan 10 tahun,” ujar Windy. “Kami ingin dekade berikutnya lebih besar.” Berbasis awal di Malaysia, Trapo kini hadir di Indonesia, Singapura, Thailand, dan tengah menjajaki pasar Amerika Serikat, Selandia Baru, serta Australia.

Tumbuh Saat Pasar Melambat
Tahun 2025 diakui sebagai tahun yang berat bagi industri aftermarket. Pasar melambat, daya beli tertekan. Namun, Trapo justru mencatat pertumbuhan yang berlawanan arah.
“Market memang lesu, itu fakta. Tapi kami tetap tumbuh cukup tinggi,” ungkap Windy. Faktor penopangnya antara lain strategi pricing, performa produk seperti BPM, kaca film, dan peredam yang mendapat respons positif pasar.
Memasuki 2026, Trapo bersiap meluncurkan produk baru, termasuk lini yang menyasar kendaraan listrik (EV)—segmen yang tengah naik daun seiring masuknya merek-merek seperti BYD. Beberapa produk EV ini dijadwalkan meluncur pada pameran IIMS di Februari 2026 mendatang.
Promo Grand Opening dan Fokus Kota Baru
Sebagai bagian dari perayaan pembukaan dealer baru, Trapo menawarkan diskon ekstra 10% untuk seluruh produk, serta diskon hingga 30% untuk wiper Trapo, berlaku hingga akhir Januari.
Ke depan, fokus Trapo jelas: produk baru, ekspansi kota, dan memperkuat posisi sebagai pemain aftermarket yang tak hanya menjual aksesoris, tetapi pengalaman.
“Stay tune Trapo Indonesia,” tutup Windy.