Ferrari Larry Wood Rp1,8 Juta Ludes! International Diecast Show 2026 Pecah Rekor Antusiasme
iamautomodified.com, JAKARTA — Demam miniatur benar-benar mencapai titik didihnya di International Diecast Show 2026. Selama dua hari, 14–15 Februari, Balai Kartini berubah menjadi episentrum kolektor diecast terbesar di Asia Tenggara.
Tanpa hujan, tanpa hambatan hanya satu yang terasa “dingin”: suhu AC di dalam ruangan. Selebihnya? Panas oleh transaksi dan euforia.

“Dua hari event, lancar. Enggak hujan. Semua happy,” tegas Vero Diecast selaku narasumber dan penggagas acara. Tak tanggung-tanggung, 17 negara tercatat hadir meramaikan gelaran ini.
Bahkan, enam negara membuka booth dan berjualan langsung, yakni Filipina (Manila), Malaysia, Singapura, Australia, Thailand (Bangkok), dan satu perwakilan Eropa. Kehadiran lintas benua ini membuat atmosfer pameran terasa seperti bursa global kolektor diecast.

Yang paling mencuri perhatian? Figur legendaris desainer Hot Wheels, Larry Wood. Unit Ferrari rancangan sang maestro menjadi buruan utama. Harga satuannya tembus Rp1,8 juta dan tetap ludes disikat kolektor. “Ferrari paling dicari. Memang desainernya dia,” ujar Vero.
Tak hanya miniatur, penyelenggara juga menghadirkan mobil asli berdampingan dengan versi diecast-nya. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menguatkan pengalaman visual dan emosional pengunjung.

“Orang suka mobil benerannya. Jadi kita tampilkan mobil asli, biar bisa lihat mobilnya, dan lihat juga mainannya. Yang mirip banyak,” jelas Vero.
Total 60 booth seller meramaikan seluruh hall. Menurut Vero, seluruh tenant mencatat penjualan di atas dua digit selama dua hari. “Di atas dua digit semua. Untuk semua hall. Semua happy,” katanya.

Euforia bahkan memuncak sebelum hari kedua berakhir. Sejumlah item eksklusif dilaporkan habis terjual pada pertengahan siang hari kedua—membuat sebagian kolektor hanya bisa gigit jari.
Antusiasme internasional ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai dipandang sebagai pusat pertemuan kolektor diecast Asia. “Tidak disangka 17 negara hadir. Semua datang,” ungkap Vero.

Ia memastikan ajang ini akan digelar setiap tahun, dengan ambisi menghadirkan tamu-tamu internasional lebih banyak lagi. Bahkan, bukan tidak mungkin International Diecast Show akan dibawa ke beberapa negara, meski Indonesia tetap menjadi pusatnya.
“Tiap tahun kita bikin. Lebih gila lagi,” ujarnya setengah berkelakar.

Harapan ke depan? Ajang ini tak sekadar transaksi, melainkan ruang guyub lintas negara semacam swap meet internasional tempat kolektor berkumpul, berbagi, dan merayakan hobi bersama.
Pesannya singkat namun tegas: “Keep collecting. Semangat untuk memoleksi diecast.” Dari Balai Kartini, pesan itu menggema. Miniatur boleh kecil, tapi gaungnya kini mendunia.