Fuso Perkuat Dukungan Cold Chain, Andalkan Varian Lengkap hingga Layanan “Zero Downtime”
iamautomodified.com, JAKARTA — PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui lini Mitsubishi Fuso menegaskan komitmennya dalam mendukung bisnis logistik berpendingin (cold chain) di Indonesia.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan varian kendaraan yang lengkap, kualitas unit, hingga penguatan layanan purna jual berbasis konsep zero downtime.
Melalui talkshow yang di gelar, Sales dan Marketing PT KTB, Aji Jaya, mengatakan tantangan geografis Indonesia yang luas dengan kondisi infrastruktur beragam menjadi perhatian utama dalam pengembangan kendaraan komersial, khususnya untuk sektor logistik berpendingin.
“Indonesia itu luas, harus menyeberang laut dan sungai, sementara pelaku usaha juga harus menjaga kualitas barang. Di sinilah fungsi kami sebagai produsen kendaraan komersial untuk bertanggung jawab mendukung bisnis konsumen,” ujar Aji Jaya, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, Mitsubishi Fuso menghadirkan beragam pilihan kendaraan, mulai dari truk ringan hingga medium duty truck (MDT), dengan konfigurasi dari 4 roda hingga 10 roda. Hal ini memungkinkan pelaku usaha memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan kondisi jalan di lapangan.
“Yang pertama kami pastikan adalah varian kendaraan lengkap. Konsumen bisa memilih unit sesuai kebutuhan bisnisnya. Kedua tentu kualitas kendaraan harus terjaga,” katanya.
Lebih lanjut, Aji menekankan pentingnya layanan purna jual sebagai kunci utama dalam menjaga operasional bisnis logistik tetap berjalan tanpa hambatan. Fuso mengusung konsep zero downtime guna memastikan kendaraan konsumen selalu dalam kondisi optimal.
“Kami memiliki sekitar 225 jaringan dealer di seluruh Indonesia yang siap memberikan layanan after sales. Tujuannya memastikan kendaraan tetap beroperasi maksimal dan tidak mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Selain itu, Mitsubishi Fuso juga mengintegrasikan teknologi digital dalam kendaraan, termasuk fitur pemantauan suhu untuk mendukung operasional cold chain.

“Melalui sistem digital yang kami sebut planner, konsumen bisa memonitor suhu di dalam kendaraan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan operasional,” tambahnya.
Ke depan, KTB juga tengah mengembangkan layanan one stop service khusus kendaraan cold chain. Layanan ini akan mengintegrasikan perawatan kendaraan dan sistem pendingin dalam satu lokasi bengkel.
“Kami sedang menyiapkan pilot project di Jakarta. Jadi ketika kendaraan cold chain masuk bengkel, tidak hanya unitnya yang ditangani, tapi juga sistem pendinginnya, sehingga pelayanannya terintegrasi,” kata Aji.
Dengan berbagai langkah tersebut, Mitsubishi Fuso optimistis dapat terus mendukung pertumbuhan sektor logistik nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang mengandalkan sistem rantai dingin.