Modifikasi Holden Statesment, ‘Bajingan’ Berkasta yang Tampil Menggoda!

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Sebuah mobil klasik buatan Australia-Holden Statesment, berhasil mencuri perhatian publik di ajang Indonesia Automodified (IAM) MBtech Yogyakarta yang digelar pada Maret 2019 lalu. Lewat tampilan yang begitu ‘beda’ dari biasanya, Holden ini sanggup menyihir pengunjung dengan ‘aura nakal’nya.
Mengapa dibilang berbeda? sebab rombakan yang terkonsep pada sedan ‘berkasta tinggi’ ini dibesut ke arah mainstream alias keluar dari originalitas sebagai sedan klasik nan orsinil. Tengok saja tampilannya, yang kini lebih berkarakter dan jadi terlihat lebih ‘bajingan’.
Abenk Omaijo, salah seorang modifikator mengatakan Holden Statesment 1975 ini sewaktu dibeli keadaannya sudah bobrok. Kemudian dirombak olehnya atas persetujuan sang owner, Firman asal Majenang.
“Kebetulan saya sendiri bengkel yang dinilai monoton, selalu bikin back to original. Akhirnya saya punya gagasan baru, saya potong-potong pintunya saya bikin agak ekstrim seperti mobil-mobil di luar yang kesannya gak ada pilarnya, pintunya dibikin save door kita buat seperti kupu-kupu,” jelas Abenk, saat dihubungi IAM.
Sebetulnya, kata Abenk, sang owner kepinginnya modifikasi orsinil, tapi dia jiwanya jiwa kastem. Abenk ingin mensupportnya tapi dengan menggunakan cara dia yaitu modifikasi dengan sistem potong bukan original, akhirnya sang ownerpun menyetujuinya.
“Pilarless itu artinya pilarnya kita ilangin, tapi tetap ada kacanya. Sebenarnya ini gak sulit sih, tapi orang kebanyakan mau motong kelas Statesment itu kan sayang, karena kebetulan mainstreamnya saya kepingin yang beda,” beber pria pencetus komunitas Holdendiningrat Indonesia ini.
Kemudian, lanjutnya, menyoal penampilan luar Abenk hanya memberikan sentuhan airbrush menyesuaikan desain low rider. “Untuk grill depan, kita kastem mirip dengan Rolly Royce. Begitupula di sektor kaki-kakinya, velg kita ganti dengan ware wheel R20″. Untuk audio hanya pemanis saja, hanya pelepas penat saat di perjalanan,” kata dia.

Abenk juga menjelaskan, paling lama pengerjaan pada Holden ini saat melakukan pengelasan. Sebab, kata dia, bodi mobil tua itu ‘nat’nya harus bertemu jangan sampai nat nya hilang. “Kalau sudah hilang tentunya susah, mobil juga jadi kliatan lucu,” ‘tandasnya.
Dari semua part modifikasi yang tersemat di Holden ini, katanya, harga velg lumayan mahal harganya. Kecil tapi mahal. “Tapi kalau bodi hanya mengikuti, biasanya orang kalau main Holden dia hanya mengkastem engine dan velg, kalau bodi kebanyakan jarang karena sayang cenderung kembali ke semula/orsinil,” jelas Abenk.
Pria yang berkutat di mobil Holden sejak tahun 1997 itu mengakui bahwa Holden merupakan jenis mobil yang mesin dan kaki-kakinya tak bisa dicuri di mobil yang lain, seperti Impala yang memiliki mesin 6 silinder, tapi tetap lebih garang Holden.
“Saya mengikuti event IAM ini sejak tahun 2004, terus vakum 5 tahun, sempat ikut mobil Jepang-an juga. Kemudian di tahun 2011, pindah dari Semarang ke Jogja, saya balik main mobil Holden. Sejak saya mengikuti event ini buat saya wow dan berani tampil beda,” jelas Abenk.