Modifikasi Ignis Adventure, Pemuas Selera Sang Petualang

iamautomodified.com, BALI – Balutan konsep modifikasi yang terpampang pada Suzuki Ignis ini, mengusung aliran Adventure alias semi offroad dengan penambahan berbagai part offroad yang terpasang di sektor luar.
Diakui sang owner bahwa dirinya memang senang berpetualang, lagipula dia memang bergerak di bidang Kontraktor. Oleh karena itulah dia kepingin sekali mendandani mobil yang bisa digunakan di segala medan.
“Atas dasar itulah kemudian saya memutuskan untuk mendressup mobil ini dengan konsep ke adventure. Otomatis kalau sudah alirannya ke arah sana, maka aksesoris yang akan saya pasang antara lain seperti wiens, snorkle, roofrack, roof lamp, termasuk juga radio rick saya pasangkan pada mobil ini,” papar Bagus Widodo, saat dikonfirmasi IAM, Sabtu 22 Juni 2019.
Suzuki Ignis menjadi pilihan Bagus, karena katanya ia mirip Mini Cooper, berhubung garasi mobil di rumahnya juga sempit sehingga hanya muat mobil bertipe tersebut.
“Ya, kalau beli Mini Cooper kan sudah pasti gak kebeli, pajaknya pun mahalnya setengah mati. Akhirnya saya putuskan membeli Ignis, dengan kapasitas yang cukup lah buat saya,” canda Bagus.

Suzuki Ignis Adventure yang ditampilkan di gelaran Indonesia Automodified (IAM) MBtech Bali 2019, terinspirasi dari MME, sebuah tayangan film di Youtube channel. Di dalam tayangan tersebut, kata Bagus, ada sebuah konsep yang menarik tapi masih dalam bentuk photoshop, dan bisa diaplikasikan olehnya.
Mulai dari sektor luar, Bagus memberikan penambahan grill model Jimny. Kebetulan, kata dia, ada produk dari JS dan dilihat mirip Jimny. “Tadinya memang saya terinspirasi dengan Jimny, tapi belum juga dirilis. Makanya saya sudah putuskan beli Suzuki Ignis dan dikolaborasikan dengan konsep Jimny,” terangnya.
Kemudian bemper dari Suzuki Ignis sport edition dipilih Bagus untuk dipasangkan di mobilnya. Hal itu karena terdapat penambahan kit, depan-belakang.
“Nah, dari bemper itu saya sudah kebayang untuk menempatkan Wiens. Tempat plat nomor, saya custom saya bikin tempat wiens dengan menambahkan palang-palang besi WF untuk memperkuat ke sasis,” kata pria yang juga tergabung di Ignis Community ini.
Sementara di bagian buritan, Bagus kepingin mobilnya terpasang ban serep ala Jeep. Akhirnya dia mengkastem dengan penambahan besi yang dirangkai dan dibentuk seperti tangga, sekaligus difungsikan untuk pemasangan ban serep. “Modifikasi ini dilakukan di bengkel temen saya di P.O Banjar Pitik Pedungan, Denpasar,” ucapnya.
Beralih ke sektor kaki-kaki, Bagus sengaja menambah ketinggian sasis sekitar 15cm agar kesan adventurenya dapat. “Saya tinggikan sekitar 15cm, ditambah dengan melebarkan spakbor di bagian depan-belakang. Peleknya saya pakai pelek kaleng, karena kan memang konsepnya adventure jadi mesti ringan dengan tapak lebar dengan dibungkus ban Porcheum ukuran 27/8.50 R14,” jelasnya.
Agar lebih terlihat maching, lanjut Bagus, jok depan dan belakang dibungkus dengan bahan sintetis dari MBtech dengan model ala Army serta penambahan aksesori bantal yang juga dibungkus oleh bahan tersebut.
“Penambahan aksesori lainnya hanya sekedar pelengkap saja sih, seperti fire hydrant dan radio rick. Kalau untuk audio masih lumayan bagus, soalnya Ignis ini didukung dengan audio yang sudah lumayan. Kemudian mesin masih standar, paling sedikit penambahan seperti busi racing dan exhaust,” kata Bagus.

Diakuinya, untuk menjadikan konsep modifikasi seperti ini, Bagus telah menguras kocek sejumlah Rp 70 juta secara keseluruhan. “Yang paling mahal dan sulit itu ada di sektor kaki-kaki, karena mesti diangkat. Kita juga sempat beberapa kali spooring-balance, agar bisa bermanuver dengan sempurna,” imbuhnya.
Ternyata dengan konsep seperti ini tak membuat Bagus terpuaskan, masih ada beberapa bagian lain yang dirasa masih kurang. “Karena waktunya mepet, sebenarnya saya kepingin pasang ARB di bagian depan, baru ada di bagian belakang. Kepinginnya sih kedepannya saya mau pasang, begitu pula kerangka bagian,” terang Bagus.
Mobil ini, katanya, selain digunakan untuk aktivitas kerja sebagai Kontraktor, dia juga menggunakannya beberapa kali untuk touring. “Sering juga sih dipakai buat touring, yaah paling seputar Negare, Bali saja,” ujarnya.
Bagus merasa senang mengikuti kontes modifikasi IAM MBtech Bali 2019 ini. Karena menurutnya, dengan mengikuti kontes ini, hobi dia tersalurkan serta dapat menambah persaudaraan.
“Saya berharap dengan mengikuti kontes ini bisa memotivasi teman-teman lain di Ignis Community agar bersemangat untuk meng-kastem mobil, serta lebih terjalin persaudaraan. Karena di ajang seperti ini banyak sekali komunitas lain yang turut serta mengikuti kontes, jadi bisa saling sharing,” tuntasnya.