Kontestan Putra Dewata Kian Berkembang, Begini Kata Juri Audio IAM!

iamautomodified.com, BALI – Kontes modifikasi mobil diselenggarakan Indonesia Automodified (IAM) bukan hanya memperlombakan mobil modifikasi saja, tapi ada juga kelas khusus audio yang melibatkan para penggila audio mobil khususnya di Pulau Dewata ini.
Total peserta yang mengikuti kontes audio di Bali ini ada 21 kontestan. Dua untuk kontes Sound Quality (SQ) dan 19 untuk kontes Sound Quality Load (SQL) dan rata-rata para kontestan ini berasal dari Bali.
Wong Chan Keung, Juri Audio IAM mengatakan, untuk kategori yang diperlombakan total ada 16, secara garis besarnya ada penilaian sound quality dan performance. Kontes audio yang menjadi salah satu program spektakuler dari IAM MBtech Bali 2019 ini kembali dimeriahkan oleh para peserta yang di 2016 lalu juga mengikuti ajang ini.

Untuk sound quality, juri akan menilai mobil peserta dengan menggunakan CD khusus dari IAM, dan juri masuk ke dalam mobil selama 25 menit. Nantinya akan menilai sound stage, deep atau kedalaman panggung, posisi audio apakah benar suara kanan dan kirinya.
“Kami ada CD Track khusus. CD ini sudah bertahun-tahun dipakai di beberapa negara seperti Thailand, Singapura, dan Indonesia. Berbagai lagu yang ada di dalamnya merupakan koleksi yang lebih popular. Untuk penilaian, kita kolektif dan kita gabungkan menjadi satu CD yang terbaik,” kata Wong Chan Keong, juri audio IAM.
Kota Bali ini, kata Wong, merupakan salah satu kota yang sudah berkembang khususnya untuk audio. Mereka memang peminat audio, spesial SQL memang peminat lagu yang bebas, loud dan jernih.

“Kami tak hanya menilai siapa yang menang, kami juga belajar bersama-sama dengan semua. Memang di setiap kota culture berbeda-beda, kita menyeimbangkan. Para peserta di Bali ini umumnya mereka yang kami temui di 2016 lalu, di tahun ini sudah banyak perkembangannya,” kata Wong.
Selain itu, dia juga menegaskan, ada juga penilaian high frekuensi yang dinilai biasanya suara simbal, ada mid range, mid bass, low extention biasanya suara low frekuensi yang paling rendah, dan masih banyak lagi.
“Hal itu juga menjadi poin penting dalam penilaian lomba dengan berpatokan pada kualitas atau sound quality,” kata dia.