Perpaduan ‘Klasik-Modern’ di Museum Angkut, Jadi Tajuk Utama IAM MBtech Malang 2019

iamautomodified.com, KOTA BATU – Kompetisi bergengsi modifikasi bertaraf internasional Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang diselenggarakan di Museum Angkut, Kota Batu, Malang-Jawa Timur resmi dibuka, pekan ini Sabtu 29-30 Juni 2019.
Kali ini, IAM MBtech telah memasuki kota ke-9 dari 16 kota yang akan digelar di Indonesia sepanjang 2019. Untuk pertama kalinya, Kontes modifikasi ini menyasar ke arena Museum Angkut yang bercokol di Kota Batu, Malang-Jawa Timur.
Untuk sebagian masyarkat kota Malang, Museum Angkut sudah pasti kenal. Lokasi wisata ini letaknya berada sekitar 20 Km dari pusat kota Malang, tepatnya di Jalan terusan Sultan Agung Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Malang.
Museum ini memiliki lebih dari 500 alat transportasi mulai Darat, Laut dan Udara. Untuk koleksi berbagai mobil dan motor klasik ada sekitar 300 yang ‘bertengger’ di kawasan Museum yang memiliki luas sekitar 3,8 hektar.

“Kalau koleksi sendiri di Museum Angkut ini ada sekitar 500, mulai dari kendaraan roda empat, roda tiga, roda dua, hingga angkutan laut dan udara. Untuk penempatannya, kita sesuaikan dengan background serta tahun produksi dari alat transportasi yang dipamerkan,” ungkap Nunuk Liantin, Marketing Manager Museum Angkut saat ditemui IAM, Sabtu 29 Juni 2019.
Museum Angkut ini, lanjut Nunuk, diresmikan sejak tahun 2014 lalu. Hingga sekarang, perkembangan (growth) pengunjung setiap tahunnya terus meningkat. Segmen pengunjung di Museum angkut ini rata-rata itu mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik lokal maupun mancanegara.
“Rata-rata pengunjung yang datang kesini setiap harinya mencapai 1000 pengunjung. Jumlah pengunjung itu kita bedakan dari beberapa kategori, ada pengunjung yang sifatnya umum dan khusus,” jelas Nunuk.

Pengunjung yang sifatnya umum/tetap itu, katanya, mereka pasti akan ada repeater. Sementara pengunjung khusus adalah mereka yang memang menggemari mobil-mobil klasik yang dipamerkan. “Untuk yang paling tua yang kita pamerkan disini adalah mobil Buick keluaran tahun 1910, dan yang paling modern adalah Hammer Limousine,” tandasnya.
Para pengunjung yang penasaran untuk datang ke Museum Angkut ini dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp.100 ribu/flat setiap harinya dari hari Senin-Minggu.
Melalui kerjasama ini, Nunuk berharap kedepannya akan berkelanjutan, karena anatara IAM MBtech dan Museum Angkut ini sama-sama bertaraf International. Oleh karenanya, pihak Museum Angkut merasa cocok, karena eventnya juga sama-sama sudah Go-International.
“Ini adalah pertama kali kita bekerjasama dengan pihak IAM, semoga kedepannya akan berkelanjutan. Kita juga akan memberitahu, bahwa selain mobil-mobil klasik, kita juga ada mobil modifikasi yang memang pengunjung khususnya harus tahu, apa sih mobil-mobil modifikasi seperti apa,” tuntasnya.