Modifikasi Brio ‘Rally Look’, Lebih Dari Sekadar Hobi!

iamautomodified.com, KOTA BATU – Beginilah sosok Honda Brio yang telah dirubah sedemikian rupa dengan mengusung konsep rally look. Mobil ini terpampang secara jelas di zona Plaza di ajang kontes modifikasi Indonesia Automodified (IAM) di Museum Angkut, Kota Batu, Malang-Jawa Timur pada 29-30 Juni 2019 lalu.
Perubahan secara signifikan yang terjadi pada Honda Brio ini memang cukup fantastis dengan aksen berwarna biru menggambarkan sportivitas full spirit dalam menghadapi segala tantangan. Berbagai penyematan aksesori khas rally nampak kentara dari berbagai sektor.
Diakui sang owner bahwa mesin orsinil Honda Brio yang hanya ber-cc rendah, tak bisa dijadikan regulasi untuk terjun dalam kejuaraan Rally. Maka, diapun membenamkan mesin Honda Jazz di sektor jantung pacunya.
“Alasannya, di 2019 ini ada peraturan di Kejurnas Rally yang namanya F1, kenapa? F itu artinya Front Wheel Drive, dan angka 1 adalah ccnya yang dimulai dari 0-1500 cc. Kemudian F2, F3 dan seterusnya cc nya pun jadi lebih tinggi,” papar Glen Sumendap, sang pemilik Honda Brio ini kepada IAM.
Jadi, kata Glen, jika mesin Honda Brio ini tetap digunakan tentunya tidak masuk dalam regulasi. Makanya, diapun mengganti dengan mesin Honda Jazz agar bisa mengejar regulasi tersebut.
“Jadi modifikasi yang saya lakukan di sektor ketahanan mobil aja, boleh dioprek dikit-dikit, di porting polish pun juga boleh. Jadi semuanya kompetitif. Makanya mesinpun saya ganti dengan Honda Jazz. Karena kalau pakai Brio kan hanya 1300 cc,” kilah perally yang akrab disapa Glen ini.
Glen mengaku lebih tertantang di event Rally lantaran sudah merasa jenuh mengikuti kontes modif. Di event rally paling tantangannya hanya debu, kendalanya hanya sebatas itu, tapi kalau modifikasi Glen kurang tertarik.
“Saya tidak terlalu menguasai regulasi di IAM. Tapi saya tahu event ini bergengsi sekali, mobil yang ikutpun beragam dari yang paling murah hingga paling mahal. Makanya saya beranikan diri ikut dan mobil ini saya pamerkan,” seru Glen.
Besutan custom yang dilakukan Glen pada mobil ini diawali dengan penambahan wide bodi yang dikastem menyesuaikan tampilan rally, kemudian di sekujur bodi Honda Brio ini sudah diselimuti cutting sticker mode balap.

“Tahun ini yang paling ramai di balap rally itu mengusung konsep Asia Fasific (AFI4), nah bodinya itu seperti yang saya modif seperti ini. Mobil kecil, tapi bodinya dilebar-lebarin. Saya ikuti stylenya itu, karena regulasinya boleh diwide bodi seperti itu,” papar pria yang tergabung dalam Museum Angkut Rally Team (MART) ini.
Lanjut ke sistem pengeraman, Glen menegaskan lebih baik mobil standar tapi sistem pengeremannya sempurna, daripada kencang tapi gak bisa ngerem. “Oleh karenanya, rem saya ganti pakai BBK kecil tapi OEM pabrikan. Mending pake yang orsinil, karena yang penting fungsinya,” kata dia.
Kemudian selang rem diganti, minyak rem, adaptor, lebih lebar gripnya lebih dapet. “Untuk pelek saya pilih enkei grafel R14, Soalnya pelek ini kuat banget, gak pake ban pun ia bisa jalan dan tahan lama. Memang pelek ini khusus untuk rally, ban depan saya pakai Dunlop Pireza karena lebih grip, untuk belakang Yokohama,” imbuhnya.
Di sektor interior, Glen juga sudah menyulap bagian dalam Brio ini secara total full rally spec, aksesori dan part yang digunakan standarisasi balap dunia seperti RPM, Speedometer, sensor, mapun base lap.
“Ini udah over spec. Dalam artian bukan untuk kenceng, tapi safetynya. Karena saya sudah 3 kali kecelakaan besar, 2 kali masuk RS dan 1 kali enggak. 240KM/jam maksimum saya segitu.
Glen juga menceritakan keikutsertaannya di Kejuaraan rally pertama kali ditahun 1997. Dahulu, kata dia, tidak seenak yang dipikirkan. Pertama kali ikut Glen merasa takut dan gak suka. Menurutnya, mobil yang dikendarai tidak mau berjalan lurus, artinya masih belum bisa mengendalikan.

“Tapi kalau lihat di video koq bisa lurus. Dari situ saya tertantang gimana caranya untuk bisa menguasainya. Ternyata rally gak bisa kalo cuma gaya-gayaan saja. Kemudian saya ikut lah course rally di Australia, waktu itu saya coba tehniknya ternyata seperti itu,” kisah Glen.
Sebelum menyukai balap rally, Glen mengaku juga suka balap motor. Karena dilarang orangtua, akhirnya coba Gokart dan gak terlalu bakat juga sehingga agak sulit.
“Orangtua gak mendidik untuk buat balap, cuma seneng-seneng aja akhirnya stag. Awal ikut rally menggunakan mobil Mitsubishi Evo4 tahun 97, saya sama temen nyoba lalu nabrak. Kondisinya becek lebih susah lagi dikontrol, sejak saat itu saya tertarik,” jelasnya.
Glen terjun di Kejurda dan Kejurnas sudah masuk ke 5 kali. Sebelum itu dia pernah terjun berlaga di ajang Time Attack di Bung Tomo, Surabaya. “Saya ngetest adrenalin karena lombanya malam. Disana lumayan terhormat mobil ini dapat juara 3,” seru Glen.
Terakhir, Glen juga ikut Nge-gas bareng Bigel, sebelumnya di Gresik Latber (latihan Bersama) tapi buat Kejurda, sebelumnya lagi di Jogja. Rencananya, Glen juga akan mencoba terjun di event yang akan digelar di Nganjuk.
“Nah, beralih ke modifikasi. Saya bikin mobil seperti ini, karena saya hobi. Tapi saya lihat juga saingan saya masih muda-muda, walaupun masih ada juga yang seumuran bahkan lebih tua dari saya juga ada, namun tetap saya arahkan ke positif,” tuntasnya.