Hastalavista Auto Club Terjunkan 12 Mobil di Ajang IAM MBtech Medan 2019

iamautomodified.com, MEDAN – Pada perhelatan modifikasi Indonesia Automodified (IAM) MBtech yang berlangsung di Medan International Convention Center (MICC), salah satu klub modifikasi asal Kota Medan turut berpartisipasi untuk meramaikan gelaran bergengsi ini.
Klub yang memiliki julukan ‘Hastalavista’ ini kembali menunjukkan eksistensinya dengan menerjunkan 12 unit mobil untuk disertakan pada event yang akan digelar selama dua hari mulai Sabtu dan Minggu, pada tanggal 3-4 Agustus 2019.
Dalam perkembangannya, Hastalavista yang dideklarasikan sejak tahun 2013, saat ini sudah memiliki 5 chapter diantaranya Medan, Deli Serdang, Kota Binjai, Aceh Takengon dan Banda Aceh. Hingga di 2019, Hastalavista sudah merangkul sebanyak 50 member khsusunya di Kota Medan, sementara di kota-kota lainnya sudah terkumpul 100-an member.
Klub ini resmi digagas pada tanggal 29 November 2013 silam oleh Jul Ritonga yang juga selaku pemilik Bengkel Auto Pilot. Menurut Jul (sapaan akrabnya), nama klub ini terinspirasi dari sebuah film action berjudul ‘Terminator’ yang diperankan oleh Arnold Schwazeneger.
“Nah, nama Hastalavista saya ambil dari komentar bintang action tersebut, begitu dia berhasil membunuh musuhnya, jika dikaitkan maknanya ‘Selamat Tinggal’. Begitu halnya pada saat meraih sebuah tropi, kami sering menyebut Hastalavista Baby (selamat tinggal),” papar Jul, saat ditemui IAM, Jumat malam, 2 Agustus 2019.
Tapi intinya, Hastalavista diciptakan tak ada tujuan yang buruk, hanya ingin memajukan modifikasi di Tanah Air khususnya di kota Medan ini.
“Di event IAM ini, kita berhasil menerjunkan 12 mobil modifikasi yang berasal dari 5 chapter, diantaranya Accord, Jazz GK5, Civic FD, Holden, Fortuner, BMW, Civic Turbo, Mazda, Vios, Yaris, Pajero Sport dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Seiring berkembangnya waktu dalam mengoprek sebuah tunggangannya, Hastalavista selalu mengikuti tren. Menurut Jul, sebelumnya Hastalavista banyak bermain di kelas ekstrim, dengan titik tujuan mengejar ‘The King’ karena di setiap event modifikasi kasta tertinggi itu adalah mendapatkan The King.

“Kalau sebelumnya kita modifikasi lebih ke ekstrim seperti main potong, pintu gunting, dan lain sebagainya. Di 2019 ini kita sudah mengarah ke proper alias lebih ke modifikasi yang enak dilihat dan nyaman dikendarai sebagai harian,” kata Jul.
Kebetulan, lanjutnya, acara IAM MBtech di Medan ini sudah dinanti-nantikan. “Karena memang ini event yang sudah Go Internasional. Mudah-mudahan event ini gak pernah putus, dan ada terus di Medan,” tandasnya.
Mudah-mudahan juga hadirnya Hastalavista di Kota Medan ini, kata Jul, menjadi sebuah semangat bagi kawan-kawan yang lain untuk terus membangun mobilnya dan semakin maju modifikasi kota Medan. Selain kopi darat (kopdar) dan baksos, aktivitas rutin yang kerap dilakukan para member salah satunya adalah coaching clinic yaitu edukasi perihal teknik modifikasi.
“Kegiatan ini sedikit banyak dapat memberikan pengetahuan cara modif mobil, mulai dari aliran modifikasi yang diinginkan, sektor mana yang harus modifikasi, itu semua kembali ke para member,” kata pria pemilik Bengkel Modifikasi Auto Pilot ini.
Mereka biasanya selalu sharing menyoal modifikasi dan kumpul di bengkel Auto Pilot serta di Inti Kota Lapangan Merdeka, kongkow, sembari ngopi.
Sementara itu Muhammad Syarif Sebayang yang menjadi Ketua Chapter Medan menambahkan, Hastalavista Auto Club masih membuka kesempatan bagi para member baru yang akan bergabung.
“Kita ada biaya registrasi yaitu sebesar Rp. 300 ribu, sudah mendapatkan sticker depan-balakang, ID Card berbentuk e-toll, serta Kemeja klub. Bagi yang ingin gabung bisa menghubungi saya di nomor 081269166872 via Whatsup,” kata Syarif.
Tak ada persyaratan yang sulit untuk masuk di klub ini, selain memiliki mobil juga membayar biaya registrasi mereka juga harus solid dan selalu aktif dalam mengikuti gelaran kontes modifikasi, yang penting prinsipnya sama-sama memajukan otomotif.
“Kita sebenarnya gak terlalu terikat, kita hanya ingin menunjukkan ke para member bahwa kebersamaan itu merupakan tujuan dengan mengikuti kopdar. Ikut dalam kontes, namanya kompetisi kalah-menang itu biasa, yang pentingintinya kumpul-kumpul,” pungkasnya.