Empire Auto Club Jalin Personal Member Bak Sebuah Kerajaan

iamautomodified.com, BANDUNG – Empire Auto Club kembali menujukkan eksistensinya di gelaran Indonesia Automodified (IAM) MBtech 2019. Pada perhelatan kali ini, klub ini memboyong 7 unit mobil jagoannya dengan menyewa 11 space untuk bertarung di event yang berlangsung di Graha Manggala Siliwangi Hall pada 21-22 September 2019.
Berbekal pengalaman yang telah digeluti sejak berdirinya di tahun 2012, Klub ini optimis bisa meraih tropi bergengsi dengan berbagai penampilan mobil-mobil yang disertakan.
Cikal-bakal Empire Auto Club diciptakan atas dasar sebuah ‘Kerajaan’, yang teraplikasi melalui perkumpulan pehobi otomotif. Artinya, seluruh member bebas berpendapat, bebas berkreasi, bebas melakukan hal apapun sepanjang itu positif dan membangun nama baik sebuah klub.
“Sebetulnya makna dari Kerajaan itu merupakan konsepnya, dalam hal membangun klub. Kita mau menjadi yang terbaik lah. Kalau sebuah Kerajaan di suatu negeri itu adalah yang terbaik kan? Nah, Kita maunya sih seperti itu,” papar Edbert Reinaldo, Ketua Empire Auto Club kepada IAM, Sabtu 21 September 2019.
Klub ini diprakarsai oleh 5 orang pendiri yaitu Andrew, Edward, Glen, Rasel dan Edbert. Di klub Empire, tidak pernah membeda-bedakan antara petinggi dan anggota, semua bermakna sama.
“Mau Ketua, Wakil dan sebagainya tak ada yang dibeda-bedakan. Cuma fungsi Ketua disini, jikalau ada permasalahan member dan sebagainya Ketuanya lah yang bantu. Kalau ada permasalahan antara chapter A dan B Presiden yang turun. Hanya berbeda di bagian tugasnya saja,” jelas Edbert.
Saat ini, Empire Auto Club sudah terbentuk 7 chapter, yaitu di Bandung, Tangerang, Jakarta, Bekasi, NTT, Lampung, Surabaya. Saat ini, member yang terdaftar sudah sekitar 300an dari seluruh chapter. “Member terbanyak itu berada di Bandung, karena pusatnya ada disini yaitu berjumlah 60 member,” kata Edbert.
“Kalau untuk berdirinya, kita terbentuk pada tanggal 27 Juni 2012. Hingga di 2019 ini, sudah berjalan 7 tahun. Karena kita selalu menjaga keutuhan member. Untuk menjadi anggota Empire gak harus mobilnya full spek. Mobil bebas gak harus modif, gak aneh lah modifnya masih terlihat rapi,” imbuhnya.

Empire Auto Club kerap melakukan aktivitas baik di dalam kota maupun luar kota. Edbert juga mengatakan, klub yang berpusat di Bandung ini bertujuan untuk memperbanyak relasi serta persaudaraan.
Kegiatan Empire itu lebih ke Morning Run, Night Run ke berbagai kota baru. Seperti Seroja, sekadar kumpul-kumpul. Saat ini, mereka juga baru merencanakan program untuk sosial. Namun, untuk sementara Empire Auto Club belum bisa menerima member baru terlebih dahulu.
“Tapi kalau touring tetap menjadi program rutin. Di Empire itu kegiatan kumpul-kumpul merupakan hal wajib. Kita juga selalu mengutamakan pertemuan terlebih dahulu sebelum gabung. Jika semua member menyatakan bersedia, maka anggota tersebut bakal masuk, dan nantinya bakal jadi teman main. Karena kita setiap hari itu ketemu,” paparnya.
Untuk bergabung di klub ini, Empire tidak membebani biaya registrasi. Kemudian di Empire juga tidak ada iuran bulanan. Kalaupun ada aktivitas yang bersifat klub itu mereka patungan.
“Kita gak harus setiap bulan bayar, kalau ada hal yang bersifat klub dadakan saja sifatnya. Karena kita kasihan kepada member, sudah harus modif mobil yang uangnya pun tidak sedikit, ditambah lagi dengan beban bulanan yang ditanggungnya,” tegas Edbert.
Menyinggung soal event Indonesia Automodified (IAM), Edbert memberikan tanggapan positif. Menurutnya, sejak dahulu hingga kini Empire selalu aktif terjun di event ini.
“Kita tahu lah perubahannya dari mobil-mobil yang aneh, sekarang sudah mulai berkurang. Mulai menampilkan mobil-mobil proper dan fungsional. Sejauh ini, selama mengikuti kontes IAM, kita tak pernah mempersoalkan hal-hal yang bersifat komplain. Kita fair jikalau memang kita kalah dengan peserta lain ya kita terima,” kata Edbert.
Sementara tren modifikasi di kubu Empire, saat ini lebih bermain ke performance, kalau dulu mereka jarang karena terbentur hal lain. “Kalau sekarang, kita selalu dapat sharing soal modifikasi dari berbagai pihak antara satu dengan yang lain. Tren yang paling ramai di Kota BAndung ini lebih bermain di aliran stance,” bebernya.