Modifikasi Yaris ‘Blue Bunny’ #duluraing Sabet King Tuners Awards

iamautomodified.com, BANDUNG – Pada penyelenggaraan Indonesia Automodified (IAM) MBtech Bandung 2019, kontestan modif yang membawa nama #duluraing ini juga resmi dinobatkan sebagai King Tuners Bandung.
Selain tropi The King, Yaris berbalut Rocket Pandem ini juga berhasil menyabet 6 buah tropi bergengsinya yaitu Best Toyota Tuners, Best Compact Car Tuners, Best Poke, The NOStorious Demon, Best Street Racing Tuners serta Best Interior Street Racing Tuners.
Aditya Pradhana, salah seorang Tim Judge independen PT HIN Promosindo mengatakan, mobil ini telah memenuhi batasan-batasan yang ditetapkan untuk penggolongan sebagai mobil tuners, kemudian modifikasinya lengkap di 7 sektor.
“Kalau ditinjau secara gaya juga cukup up to date, secara kualitas juga dirasa baik. Yaris ini juga paling lengkap modifikasinya dibandingkan kompetitor lainnya,” jelas Adit.

Secara tampilan, desain paling menonjol pada Toyota Yaris ini adalah bodykit Rocket Bunny yang terpasang pada bagian eksterior. Konsep Rocket Bunny pada Yaris ini memang membuatnya tampil beda. Ditambah lagi dengan desain interior yang cukup andal.
Dede Hermawan, sang owner juga menyatakan Yaris ini awalnya berwarna putih kemudian dirubah menjadi biru secara keseluruhan. “Untuk lebih terlihat matching, saya repaint mobil ini dengan warna candy blue,” kata dia.
Di sektor kaki-kaki, penyematan Velg SSR yang diimpor dari Amerika berukuran R18″, dengan lebar depan 11,5 belakang 13 membuat bodi mobil ini nampak gambot, ditambah lagi dengan air suspensi membuat mobil ini cukup mumpuni.

“Saya suka bodykit model rocket bunny, makanya saya beri nama dengan ‘Blue Bunny’ pada mobil ini. Selain tampilannya sangat menarik, fitting-fittingannya pas lah. Untuk bodykit saja, saya harus mengeluarkan budget hampir Rp. 12 jutaan,” ujar Dede Hermawan, sang pemilik Yaris ini.
Sementara di sektor interior, Yaris ini dibekali dengan jok brade yang dibungkus oleh kulit dengan diberikan variasi jahitan bunglon. “Kemudian saya juga memberikan penambahan roll bar sebanyak 6 titik. Tak lupa perangkat audio custom juga turut menjadi pelengkap modifikasi ini,” ucap Dede.

Sementara di sektor kaki-kaki, selain air suspensi Dede juga memberikan coilover lalu sistem pengeremannya menggunakan AP Racing, depan 6 pot belakang 4 pot. “Kalau untuk saluran pembuangan/muffler sudah saya kastem menggunakan bahan stainless,” tandasnya.
Diakuinya, pengerjaan paling menyita waktu dan sulit adalah pemasangan pelek karena menurut Dede mencari celah yang pas itu susah.
“Meski seluruh pengerjaannya dilakukan di bengkel Creative di Pekan Baru, tapi tetap mengalami kendala karena fittingannya harus pas makanya agak lama. Biayanya juga cukup besar, total hampir Rp. 380 jutaan,” paparnya.