Restorasi ‘Sang Legendaris’ BJ40, Lebih Dari Sekadar Hobi

iamautomodified.com, PALEMBANG – Toyota Land Cruiser BJ40 ini menjadi tampak lebih fresh, saat dilakukan restorasi oleh sang pemilik, Cakuk yang menggemari mobil penjelajah legendaris ini.
Diakuinya, mobil tersebut merupakan kenangan masa kecil saat Cakuk diajak naik mobil ini oleh orangtuanya. Sejak kecil, Fauzan suka sekali pada mobil ini, terutama Hardtop solar.
“Saya sejak kecil saya memang suka sama Hardtop ini, dan gak ada salahnya kalau saya meneruskan warisan yang sudah ditularkan oleh orangtua,” aku dia.
Dengan bantuan Om Robby, mobil inipun kemudian dirombak dari awal. Tujuan restorasi Hardtop ini bukan saja sebagai hiasan, tapi untuk kepuasan diri. Menurut Cakuk, kebanyakan orang punya hardtop bagus tapi males digunakan, percuma juga dibangun.
“Jadi mobil sudah susah payah kita bangun ada baiknya kita gunakan, nanti kalau kotor ya tinggal bersihin. Kita buka lagi satu-persatu,” kata dia.

Tampilan paling mencolok pada Hardtop ini yakni di sektor kaki-kaki. Cakuk membuka part satu-persatu mulai dari sasis, per, pelek semuanya direstore ulang. Awalnya sangat buram, lalu dikembalikan ke wujud semula.
“Jadi kaki-kaki ini, kita rubah menjadi seperti baru keluar dari toko. Sebenarnya kita juga ingin mengedukasi khalayak, bahwa kondisi Toyota Land Cruiser BJ40 yang baru itu ya seperti ini,” papar Cakuk.
Dia mengatakan, saat ini banyak generasi muda yang suka mobil baru. Namun, dia juga menegaskan bahwa mobil-mobil jadul/klasik inipun bisa semewah mobil baru.
“Semuanya balik lagi ke hobi. Jadi kalau sudah hobi, biaya seberapapun tidak menjadi patokan. Daripada hobinya ke hal-hal negatif seperti narkoba/mabuk-mabukan, menurut saya beralih ke otomotif itu suatu hal yang positif. Ini merupakan investasi juga kedepannya, karena ada harga yang tak ternilai,” pesan Cakuk.
Bicara menyoal harga, lanjutnya, Hardtop Toyota Land Cruiser tipe BJ atau FJ itu bervariatif, tergantung dari kondisi.

“Mobil ini seluruhnya kita repaint ulang dan kita kembalikan ke semula. Karena ini mobil hampir berusia 30 tahun, mobil siapa yang masih bagus kondisi catnya jika sudah berumur segitu, makanya kita repaint semua,” jelasnya.
Untuk sparepartnya semua baru mulai dari lampu-lampu, spakbor, kap mesin, grille maupun pintu. Untuk peleknya pakai punya BJ42 ukuran R16 yang disesuaikan dengan gardan, karena sudah full foating maka disesuaikan dengan pelek.
“Dari luar kita tambahin PTO bawaan Hardtop asli. Sebenernya itu memang sudah ada dari pabriknya, kita beli di Astra. Kemudian kita tambahin diskbrake, kebanyakan BJ40 pake tromol, nah kita sudah diskbrake. Untuk power steering, AC Denso, Diskbrake asli Toyota BJ40 semua,” jelas Cakuk.

Masuk ke sektor dalam, hardtop ini juga menggunakan part orsinil mulai dari jok, karpet, panel, meja dasbor dan safetybelt, tapi kalau roolbar, pakai punya BJ42.
“Kemudian audio systemnya juga nampak orsinil yakni menggunakan Clarion A7 yang 4 tingkat. Karena mobil kakek saya dulu pakai Clarion, di masa tahun 80-an audio paling top ya ini, Equalizer dan volumenya terpisah,” kata dia.
Terjun di ajang IAM MBtech Palembang ini, kata Cakuk, sekedar memberi tahu bahwa orang Palembang punya Hardtop seperti baru. “Sebab event ini sudah sohor ke mancanegara, jadi saya ingin memberi tahu aja, bahwa Palembang punya mobil legendaris yang masih orsinil,” ungkapnya.