Perdana, Terios Indonesia Terjunkan Divisi SALTO Pada Kompetisi Final DDC 2019

iamautomodified.com, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Terios Indonesia untuk divisi Satuan Terios Indonesia (SALTO), berpartisipasi pada gelaran Final Battle Daihatsu Dressup Challenge (DDC) di Indonesia Automodified (IAM) di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta pada 23-24 November 2019.
Pada kesempatan ini, Terios Indonesia menerjunkan 4 member yang tergabung di Divisi Satuan Terios Alto alias SALTO. Divisi Salto sendiri terbentuk secara resmi pada tanggal 17 Mei 2017.
Sementara yang hadir dievent ini ada 4 chapter yang mewakili masing-masing daerah yakni Terios Banten Raya, Terios Batavia, Terios Depok-Bogor dan Bekasi Raya. Mereka semua tergabung dalam satu Komunitas, Terios Indonesia.
Rian Hadi, Sekjen Terios Indonesia memaparkan, di komunitas ini terdapat 3 Divisi Hobi yang menjadi prioritas yaitu Divisi Alto, Divisi Damn Low dan Divisi Touring. Untuk Divisi Alto sudah memiliki 30 member, kemudian Divisi Damn Low ada 12 member dan selebihnya ada di Divisi Touring.
Selain divisi hobi, komunitas yang berdiri di bulan April 2016 ini juga memiliki divisi global seperti divisi membership, divisi sosial serta divisi kode etik.
“Divisi Alto ini terbentuk atas kesepakatan beberapa member yang memiliki kesamaan hobi yakni modifikasi Alto Style. Setelah sharing bersama teman-teman, akhirnya kami sepakat mendirikan Salto,” papar Rian, saat dikonfirmasi IAM, Sabtu 23 November 2019.
Kalau Divisi Damn Low, kata Rian, modifikasinya lebih ke ‘ceper’ atau sasis rendah. Menurut Rian, di Terios Indonesia ini ada beberapa teman di divisi damn low yang sebelumnya para pengguna sedan, pemakai mobil yang enaknya dipakai ceper.
“Ketika mencoba Terios, mereka merasa ketinggian. Jadi akhirnya, mereka modifikasi seperti itu dan ternyata cakep juga dilihatnya. Nah, untuk divisi ini Om Ejong asal Bogor sebagai komandonya,” kata Rian.
Untuk Divisi Touring, lanjutnya, merupakan gabungan dari Terios versi standar dengan alto. Istilahnya mereka yang tergabung dalam divisi itu dikenal tukang kelayapan alias ‘doyan ngayap’. “Nah untuk kegiatan touring ini kita paling jauh sampai ke Bali,” tandasnya.
Terios Indonesia sendiri dibentuk bertujuan untuk memberi manfaat kepada member. Artinya, di komunitas ini diperbanyak aktivitas sosialnya. Contohnya jikalau ada salah seorang member yang terkena musibah, semuanya saling membantu. Selain itu juga berbagi dengan lingkungan sekitar seperti Bakti Sosial.
“Yang paling sering itu kita menggelar kegiatan Donor Darah, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Setiap chapter kita selalu ada jadwal, karena mayoritas para member sudah memiliki Kartu Anggota PMI. Jadi per tiga bulan kita selalu adakan donor darah, dan itu seluruh Indonesia kita lakukan,” ujarnya.