Ini Alasan Mengapa Gulf Oil Belum Berani Dirikan Pabrik di Indonesia!

iamautomodified.com, JAKARTA – Populasi penjualan kendaraan roda empat baik LCGC, MPV, SUV, Crossover dan diesel premium sedikit mengalami penurunan. Data Gaikindo menunjukkan angka 849.609 unit, sementara di 2018 untuk periode yang sama tercatat di 962.834 unit.
Berbagai merek dengan ketersediaan line up produk terus bertambah, mencoba menyuguhkan yang terbaik. Segi kualitas dan reputasi produk pun menjadi taruhan untuk memenangkan pasar, seraya mempertimbangkan iklim, karakter dan habit otomania di Indonesia.
Davy Lansoen Tjoman selaku Automotive Nalional Sales Manager PT GOLI menyatakan, dari sektor penjualan kendaraan memang ada sedikit penurunan, namun dari sisi pelumasnya justru persaingan makin ketat serta beragam.
Saat disinggung soal pendirian pabrik, Davy menilai PT GOLI masih belum berkeinginan mendirikan pabrik di Indonesia lantaran diperlukan berbagai kesiapan yang matang dalam memenuhi tantangan pasar.
“Kalau pabrik mungkin saat ini belum, karena volume belum begitu besar. Kita lihat para pemain global sendiri sudah mau tutup pabriknya. Sebabnya apa? itu karena Cost Efisiensi. Kalau penjualannya turun maka Cost Operasionalnya sudah tentu akan naik,” jelas Davy.
“Justru efisiensi yang mereka lakukan adalah branding lokal. Sekarang saya tanya, merek sepatu terkenal di Indonesia ini apakah mereka memiliki pabrik?,” sambungnya.
Jadi, menurut Davy, pendirian pabrik memang sangat penting. Namun, sebelumnya ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan matang-matang.
Tapi meski demikian, Gulf Oil saat ini pemasarannya sudah menyebar ke berbagai daerah antara lain; Pekanbaru, Padang, Jambi, Jabodetabek, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan akan terus berkembang ke daerah lain khususnya di Pulau Jawa.