Spektakuler! KARMA Bodykit Luncurkan Modifikasi FT86 di Ajang IAM MBtech Surabaya 2020

iamautomodified.com, SURABAYA – Produsen bodykit asal Indonesia, KARMA, telah merilis karyanya yang ke-13 untuk Toyota FT86. Konsep bodykit yang teraplikasi pada mobil buatan tahun 2016 itu lebih murah ketimbang model sebelumnya, Lamborghini Aventador.
Kiki Anugraha, founder KARMA Body Kit menyebut untuk bodykit yang tertanam pada Toyota FT86 ini seharga 3.000 USD atau sekitar Rp 43 juta. Menurut Kiki (sapaan akrabnya), ini adalah model pertama yang diluncurkan di Surabaya. “Jadi, ini sangat spesial banget menurut saya,” seru Kiki, di sela-sela peluncuran, Sabtu 14 Maret 2020.
Surabaya ini, kata dia, sudah terbangun dengan antusias yang benar-benar spektakuler. “Kita lihat di dalam hall ini bukan hanya Karma saja, tapi banyak after tuner disini ternyata luar biasa, gak kalah dengan Jakarta,” ucapnya.
Bagi Kiki, SEMA Show di Las Vegas, Amerika dinilai jadi kiblatnya dalam mengaplikasikan karya-karyanya. Karena menurutnya, disana melihat sesuatu itu dari detilnya, bukan sekadar bagus untuk estetikanya tapi secara detilnya mereka pikirkan.
“Hal itu yang saya contek dan kita aplikasikan dengan selera dan gaya kita masing-masing. Kalau untuk desain, kita kerjasama dengan Monaco Auto Design di Amerika. Karena basicnya, saya memang bukan orang desain jadi saya gak bisa menggambar. Jadi, saya minta bantuan dia untuk mendesain serta menuangkan apa yang ada di dalam isi kepala saya,” papar Kiki.

Selain itu, Tokyo Auto Salon dan Osaka Auto Messe itu juga sangat bagus dan bisa menambah lagi referensi untuk membangun sebuah ide. Karena, setiap negara itu memiliki culture masing-masing yang sangat unik.
“Dari desain dan bodykit misalnya, masing-masing memiliki karakter. Kalau kita lihat dari depan, orang dari jauh saja sudah mengetahui bahwa ini buatan KARMA,” tegas Kiki, optimis.
Seperti Lamborghini Aventador yang belum lama ini dikeluarkan, itu shift dan splitternya itu mirip, tapi tidak 100% sama. “Jadi ada perbedaannya, tapi sekilas saja sudah tahu bahwa itu buatan KARMA. Kalau bicara bahan, kita juga menggunakan Tuner aftermarket impor,” tandasnya.
Kiki berharap kedepannya semakin banyak lagi modifikator yang mencoba untuk membuat brand seperti dirinya. Tujuannya, untuk memajukan industri modifikasi nasional.
“Kita berharap akan ada lagi modifikator-modifikator yang bisa membangun kreasinya. Saya akan happy kalau semua orang banyak yang seperti saya dan industrinya ini semakin ada, karena saya memang ingin menaikan industrinya,” tuntasnya.