INEOS Sosialisasikan Bahan Bakar Hidrogen Berskala Besar

iamautomodified.com, JAKARTA – INEOS telah mengumumkan komitmennya untuk menginvestasikan 2 miliar euro untuk memproduksi hidrogen ramah lingkungan yang baru di seluruh Eropa.
Perusahaan ini juga meluncurkan kampanye dukungan terhadap hidrogen dalam skala besar untuk menarik perhatian publik tentang manfaat maupun penerapan hidrogen.
Kampanye ini meliputi iklan billboard dan iklan digital dalam skala besar di London dan Glasgow, tur bus hidrogen Inggris, serta pameran mobil bertenaga hidrogen di konferensi COP 26.
“Mobil listrik ideal untuk penggunaan di pusat kota dan perjalanan jarak dekat. Tetapi hidrogen jauh lebih baik untuk perjalanan yang lebih jauh dan beban yang lebih berat dan dibutuhkan investasi segera di sektor distribusi hidrogen dan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen,” ujar Sir Jim.
Divisi INEOS Automotive di perusahaan ini juga mendukung penggunaan bahan bakar sel hidrogen sebagai solusi bahan bakar yang bersih untuk mobil 4X4 mereka yang sedang dikembangkan.
Berkat perjanjian kemitraan yang ditandatangani pada bulan November 2020 lalu, mobil konsep Grenadier yang menggunakan bahan bakar sel hidrogen akan menggunakan teknologi bahan bakar sel dari Hyundai Motor Company, dengan pengujian yang akan dimulai pada akhir 2022.

Dalam jangka panjang, kontribusi hidrogen yang masif terhadap penurunan gas rumah kaca adalah di sektor pemanas rumah dengan menggantikan gas alam sehingga dapat mengurangi gas rumah kaca sampai sepertiganya.
Sedapat mungkin, INEOS akan terus memprioritaskan produksi hidrogen ramah lingkungan berbahan baku air dengan menggunakan elektrolisis bertenaga energi terbarukan.
Tetapi perusahaan ini juga berinvestasi dalam produksi hidrogen biru di mana karbon yang dihasilkan dapat ditangkap dan disimpan dengan aman di bawah tanah.
“Masalahnya adalah industri hanya dapat bertindak sejauh kemampuannya, dan pemerintah Inggris harus mulai berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur hidrogen kita sehingga penggunaan gas ini semakin meluas. Saat ini, kita sudah tertinggal jauh di belakang Eropa dan kesenjangan mulai tumbuh.” kata Sir Jim.