Modifikasi Jazz Beers Garage, Padu Padan Performa dan Estetika

iamautomodified.com, SEMARANG – Beer’s Garage kembali berpartisipasi dalam kompetisi modifikasi Indonesia Automodified (IAM) yang diselenggarakan di Pollux Mall Central City, Semarang, Jawa Tengah, 30-31 Oktober 2021.
Di ajang kali ini, Beers Garage kembali menerjunkan jagoan andalannya yakni Honda Jazz GE8 dengan rombakan yang jauh lebih ciamik dari sebelumnya. Hatchback berkelir hijau toska inipun tak hanya merebut simpati para pengunjung mall, tapi juga sanggup membuat pandangan modifikator tak berhenti menyorotinya.
Konsep modifikasi terarah serta konsisten yang digagas Eko Sulistyo (sang owner), membuat Jazz ini sempat dinobatkan sebagai King Tuner di ajang IAM Jogja 2020 lalu. Rombakan yang teraplikasi pada mobil miliknya inipun selalu memiliki perubahan serta detailing yang cermat di tiap tahunnya.
Kali ini, meski terdapat beberapa perticipant yang juga bernotabene ‘Jawara King Tuner’- sebut saja Honda Civic FD garapan Dimension Garage yang sempat merebut tropi King Tuner di ajang IAM Puncak 2021 lalu, namun tak menyurutkan semangatnya untuk selalu mempersembahkan yang terbaik.

“Alasannya hanya satu, saya banyak belajar dari regulasi IAM. Kalau saya juga ikut-ikutan mengacu regulasi event lain, tentu hasilnya pun bakalan rancu. Soalnya beda event beda regulasi. Dan saya hanya mengacu regulasi yang diberlakukan di event IAM ini, karena menurut saya memang sangat relevan untuk diterapkan di mobil ini,” ucap Eko.
Bicara soal perubahan modifikasi pada mobil hampir di semua sektor, akan tetapi tidak terlalu fokus untuk audio. Karena menurutnya jikalau audionya terlalu over, pastinya gak relevan dengan konsep mobil ini yang sudah street racing.
“Karena saya mengacu pada regulasinya IAM, dimana detail, fungsi dan finishing terbaik itu yang dianggap penting. Tahap modifikasinya ini sudah berjalan 4 tahun, meskipun sedikit-sedikit, namun konsepnya terus saya pikirkan agar tampil lebih maksimal,” jelas Eko.
Untuk merubah penampilan dan menyatukan karakter, Eko mencopot pelek lamanya yang berukuran R15″ menjadi R16″, tapi masih dengan brand yang sama yaitu Rays wheel, berikut baut roda dan center cupnya.

Di sektor dapurpacu, terdapat penambahan oil cooler, misimoto dari USA, runner intake diganti dengan produk VR. “Kalau modifikasinya gak terlalu banyak palnning hanya mengalir saja, ketika ada parts yang menurut saya pas untuk mobil asal tidak terlalu over ya saya pasang saja,” kata dia.
Masuk ke sektor kabin, juga terdapat penambahan perangkat dan aksesori racing seperti tachometer, water temperature, oil temperature, boost meter, RPM, dan race dust untuk kecepatan. “Karena sebelumnya masih analog, kalau dipasangi race dust itu keluarnya nanti digital, jadi terlihat lebih racing,” tandasnya.
Kemudian Eko juga memberikan tambahan seat belt merek Energy dari USA serta door sill plate yang diimpor dari Jepang serta beberapa aksesori lainnya yang dipasangkan di area dashboard.

“Memang dalam modifikasi, tak ada batasan yang dilakukan pemilik selagi meraka suka, karena masing-masing memiliki selera berbeda selera. Kalau saya pribadi, saya menyukai detailing serta konsep modifikasi simple namun terarah,” ungkapnya.
Eko juga menilai bahwa juri di event IAM ini sangat profesional. Diakuinya, selama 4 kali dia mengikuti event IAM selalu diberikan apresiasi untuk memaparkan serta alasan tentang konsep yang ditampilkan.
“Selama 4 kali saya terjun di event ini, saya merasa sangat dihargai serta diberi kesempatan untuk mempresentasikan perihal modifikasi yang terkonsep. Merekapun sangat detil dalam hal menilai dan bener-bener tahu spek serta komponen mobil,” tuntasnya.