PSX Audio Jogja Kenalkan Konsep Audio Ekstreme pada Nissan Micra

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Konsep modifikasi yang teraplikasi pada Nissan Micra garapan PSX Audio ini menjadi salah satu model yang sangat disegani di kalangan pecinta car audio mobil khususnya di wilayah Yogyakarta.
Selain memiliki tampilan yang seksi, hatchback buatan Nissan inipun memiliki jejalan perangkat sound system yang mumpuni, sehingga mobil ini sempat menyabet juara nasional di event Car Audio Network (CAN) tahun 2017 lalu.
Banyak tropi sudah diraihnya, tapi yang paling dibanggakan sang owner adalah peraihan juara 1 untuk kategori SQL Pro Ekstreme dan SPL Pro Eksreme.
Dia juga berencana untuk menerjunkan mobilnya di ajang EMMA Asia serta Champion of Champion (COC) yang menjadi impian besar bagi Koh Pesek di event audio berikutnya.
“Mobil ini memang dikonsep untuk modifikasi audio. Semuanya sudah kita rombak, mulai dari pencopotan jok penumpang bagian depan dan belakang. Jadi, sudah tidak ada part orsinil lagi di dalamnya,” tutur Koh Pesek, sang owner.

Untuk monoblok, ia memakai sound digital special edition berkapasitas 35.000 watt serta sound digital 20.000 watt yang difungsikan untuk mengangkat intensitas 4 buah subwoofer.
“Kalau yang 35.000 watt untuk mengangkat 2 subwoofer berukuran 15 inchi dan yang 20.000 watt untuk 2 subwoofer beriukuran 12 inchi,” kata Koh Pesek.
Perangkat sound system yang tepasang pada mobil ini menggunakan 2 buah subwoofer berukuran 15″ yang menghadap ke belakang dan 12″ menghadap ke depan, di bagian pintu belakang.
Kemudian, 16 pcs speaker berukuran 6″ yang terpasang di sebelah kiri dan 16 pcs di sebelah kanan, twitternya 4 di kiri dan 4 di kanan serta midbass juga sebanyak 4 pcs di bagian belakang.

Lanjut ke bagian instalasi, agar kelistrikan dapat berfungsi dengan baik ia memakai kabel 0A wg, lalu monoblok, per monoblok pakai fuse dari SKI. Masing-masing fusenya memakai monoblok 8 pcs sebesar 300 ampere.
“Jadi untuk monoblok kita memakai 8pcs. Kemudian power mid, twitter dan midbass kita menggunakan 7 buah, power 4 channel Grammond HP 125 sebanyak 5 pcs, serta 2 pcs taram 2000.4,” urai Pesek.
Beralih ke tampilan eksterior, karena mobil ini fokus pada konsep audio maka bagia luar tak terlalu banyak rombakan.
Untuk merubah tampilan standar, mobil ini hanya mengandalkan custom bodykit serta penambahan sentuhan airbrush bertema DOTA. “Pelek standar sudah kita copot dan kita ganti dengan pelek R17″ dan diceperin sedikit,” katanya.
Bicara soal car audio, PSX Audio merupakan salah satu workshop spesialist yang fokus menangani layanan kosmetik audio, install serta car audio contest yang disesuaikan dengan keinginan customer seperti SQ, SQL maupun SQL.

Workshop PSX Audio Jogja
“Saya membuka bengkel PSX audio ini karena didasari keinginan saya untuk membangun sebuah audio yang sesuai dengan konsep dan kinginan saya. Karena untuk membangun sebuah audio rata-rata memerlukan waktu yang cukup panjang, itulah yang mendasari saya untuk membuka toko sendiri. Sehingga apa yang saya inginkan itu bisa saya curahkan dengan saya mengerjakan sendiri,” jelas Koh Pesek.
Sementara filosofi dari PSX Audio itu sendiri, tercipta dari sebutan akrab nama sang owner yakni ‘Koh Pesek’. Workshop ini berdiri di Jalan Mejing Lor No.2, Ambarketawang, Gamping, Sleman-Yogyakarta.
“Saya buka disini karena di lokasi tersebut belum banyak toko specialist audio. Jadi saya lebih ke specialist audio saja, jika ada customer di luar Jawa yang mobilnya ingin diupgrade bisa menghubungi saya di nomor 08180408041,” kata Koh Pesek.
Pada dasarnya, para rekanan audio mobil sangat antusias, banyak juga dari beberapa teman yang sudah memasukan mobilnya ke PSX Audio untuk meningkatkan kualitas audionya. Karena PSX Audio ini lebih ke specialist kontes baik SQ, SQL maupun SPL, jadi pangsa pasar seperti itu yang diambil.
“Saya berharap dengan berdirinya PSX Audio ini, teman-teman penghobi audio di wilayah Jogja dan sekitarnya bisa sama-sama belajar untuk meningkatkan kualitas audio di mobil kita dan saya berharap lebih banyak lagi penikmat audio khususnya pehobi kontes,” tuntasnya.