Tampil Perdana, Mobilio RS Custom Street Racing ini Sabet 3 Trophy di Evoria IAM Bogor 2022

iamautomodified.com, BOGOR – Honda Mobilio RS berkelir orange cyralic ini sukses memproklamirkan eksistensi perdananya dalam ajang Evoria IAM yang dilaksanakan di Boxiest Mall, Bogor, Jawa Barat pada 28-29 Mei 2022 lalu.
Mobil yang diklaim sebagai Icon terbaik dari Mobilio Community (Mobility) Indonesia ini menjadi salah satu pencetus bagi member Mobility lainnya untuk berani tampil di ajang modifikasi.
Mengusung konsep street racing style, tampilan luar Mobilio milik Dady Haryadi ini tampak mencolok dengan penggunaan painting cyralic orange. Kemudian widebodinya didesain agak kembung serta diperkokoh dengan dengan pelek dari Work Euroline berukuran R19″.

“Honda Mobilio kan identik dengan konsep elegant. Tapi saya ingin tampil beda, saya kepingin Mobilio ini terlihat street racing style. Suka warna orange karena terlihat segar seperti Jeruk Sunqiest. Sebelumnya memang ini warnanya putih, kini sudah dirubah ke cyralic orange,” urai pria yang juga selaku Ketua Umum Mobility ini.
Hal pertama yang dilakukan, kata Dady, adalah merubah tampilan terlebih dahulu seperti bodykit yang benar-benar full street racing dengan penambahan panel-panel karbon, yakni pada spoiler, lips, diffuser dan part lainnya.
“Saya kepingin mobil ini tetap eksentrik meskipun tak sedikit orang yang mengatakan lebih ke ekstrim. Tapi saya pastikan bahwa mobil ini benar-benar proper dan laik jalan,” tegasnya.
Melongok ke sektor interior, agar nampak sesuai tema yang diusung, jok depan diganti dengan Bride carbon begitu pula dengan jok belakang. Dady mencopotnya dan diganti dengan Bride carbon. Kemudian ada penambahan tanbung NOS serta rollbar sebanyak 6 titik, tujuannya agar lebih safety.

Bicara menyoal dapurpacu, Dady juga memberikan sedikit oprekan agar mumpuni serta sebanding dengan perubahan lainnya. Dady menambahkan part turbocharged serta beberapa part custom racing lainnya seperti dastek unichip Q4 lengkap satu paket.
Kaki-kaki diperkuat dengan penyematan airsuspension 2 titik dengan managemen airgen. Mobil ini diklaim lebih kuat karena kata dia, mobil ini biasa dipakai harian dan gak ada masalah. “Untuk saluran pembuangannya, saya gunakan exhaust full custom dan tail pipe dari Akraprovic,” tandasnya.
Di segmen hiburan, mobil ini juga sudah dijejali perangkat sound system yang sangat fantastik one brand, merek Pioneer. Semua full Pioneer, selain subwoofer, midbass, speaker dan tweater, Dady juga menambahkan DJ Controller yang juga dari Pioneer.

“Agar terlihat manis, kita menambahkan beberapa monitor di dalam kabin. Sedikitnya ada 10 pcs monitor plus head unit serta pemanis lampu RGB di audionya,” jelas Dady.
Dengan berbagai penyematan part custom yang terjejal pada Honda Mobilio ini, Ketua Umum Mobility ini berhasil meraih penghargaan Third Place IAM Rep, Best MPV serta Fifth Place DB Master, di ajang Evoria IAM Bogor 2022.
“Prinsipnya, selaku Ketua Umum Mobility saya harus memberi contoh, tentunya dengan modif mobil sendiri. Ini merupakan cara saya untuk mengajak teman-teman di komunitas untuk berani tampil. Di Mobility ini memang ada 2 divisi pengembangan, minat dan bakat, yaitu balap dan modifikasi, dua-duanya kita kembangin,” jelas Dady.

Sebagai informasi, sejak masa kepemimpinanan Dady hingga di 2022 ini, tercatat sudah ada 15 region baru dari total 60 Region yang sudah terdaftar. Buat yang ingin bergabung di Mobility, hanya membayar registrasi sebesar Rp. 250.000, sudah mendapat kemeja nasional dan starter kit serta sticker yang akan di tempel di mobilnya.
Dady berharap member-member Mobility lainnya bisa ikut berpartisipasi untuk mengharumkan komunitasnya di jagat modifikasi.
“Ini pertama kalinya HIN merambah kota Bogor, dan sudah bagus. Sebelumnya kan digelar hanya di Kabupaten,” ucapnya.
Dady juga berharap momentum ini juga harus digelar di kota lainnya, seperti di Jawa Timur, karena ia berdomisili di Jawa Timur.
“Di Kediri itu sebetulnya animonya sangat bagus. Jadi saya harap event HIN ini juga kembali digelar disana, tidak hanya terfokus di kota Surabayanya saja. Karena daerah lainnya juga yang ingin berkembang,” pesan Dady.