Mon Kentjana: Selain 8 Sektor Modifikasi, Debut Eksistensi Bisa Membantu Poin Penilaian

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Penilaian atas modifikasi didasarkan kualitas dan kelengkapan modifikasi pada 8 sektor yang meliputi Overall Build, Exterior, Paint, Engine, Undercarriage, Interior, Car Audio & Video, serta Presentation. Selama dua hari event berlangsung, tim judges IAM akan menilai masing-masing mobil yang dipamerkan untuk memperebutkan lebih dari 150 awards.
Salah satu peserta modifikasi asal Magelang, Beers Garage dengan mobil Jazz GE8 kelir hijau andalannya kembali berpartisipasi dalam kompetisi Indonesia Automodified (IAM) Yogyakarta 2022. Pada penampilan kali ini, Eko memberikan pandangan positif tentang beberapa kompetitor di ajang tersebut.
Menurutnya, kompetisi modif di Jogja kali ini sangat kompetitif. Pengerjaan mobilnya semakin baik setiap tahunnya, terbukti yang terjun kali ini sangat ketat.
“Semakin kesini mobil yang terjun semakin maju dan keren-keren. Intinya disini saya hanya berpartisipasi, yang penting tampil maksimal, kalau enggak ya saya tampil apa adanya,” ucap Eko saat ditemui IAM, Sabtu 17 September 2022.

Kalau urusan lawan atau kompetitor, lanjut Eko, Eko tidak terlalu ‘ngoyo’, karena dia mengukur kemampuannya sendiri, kalau memang itu pantas ya diterima. “Namanya modifikasi mobil itu tidak bisa kita paksakan, kalau kita mau ngejar King terus ya tentu gak bakalan bisa, sebab selalu ada new comers alias pemain baru,” kata dia.
Sementara yang sudah pernah mendapatkan The King, lanjutnya, harus selalu update. Usia mobil itu di dalam kontes modifikasi hanya berkisar 2,3,4 tahun sudah mulai terlihat senja, karena kedepannya akan hadir beberapa pemain baru dengan style dan gayanya yang lain dan begitu seterusnya.
“Kalau saya sih legowo, meskipun terkadang beda event tentunya beda regulasi. Kadang sulit untuk menyikapinya, jikalau di event ini bisa dapat The King, di tempat lain bisa juga tidak dapat piala apapun. Kalau kita mau ngejar piala terus ya musatahil saja, dinikmati saja, soal nanti goalnya kita tetap respect,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan Adrian, pemilik mobil Honda Accord yang juga pernah meraih King players di Evoria IAM Bogor 2022 lalu. Dikatakannya, untuk event IAM seri Jogja kali ini banyak saingan Playersnya.
“Tapi Alhamdulillah untuk setiap event IAM, mobil ini pasti selalu mengalami upgrade. Sekarang ini untuk menghadapi kompetitor, saya mengandalkan teknologi google voice. Jadi untuk menghidupkan mesin, buka bagasi, menghidupkan aksesoris interior seperti lampu musik semua menggunakan handphone kita tinggal ngomong jarak 100 meter wifi,” urai Adrian.
Mon Kentjana selaku dewan Judge IAM mengatakan, untuk sistem penjurian, tetap dilakukan di 8 sektor. Selain itu, penilaian IAM juga ada sistem debut yaitu setiap kemunculan mobil di setiap kota itu akan mengurangi nilai debut mereka.

“Artinya, jikalau tidak ada perubahan maka penilaian akan berkurang, tetapi kalau ada perubahan yang cukup signifikan itu akan mempertahankan nilai debutnya. Oleh karena kita sistem penilaianya rally poin, jadi poin debut ini juga sangat berpengaruh pada hasil akhirnya,” papar dia.
Jadi, lanjut Mon, meskipun mereka sama-sama full modif dengan peserta yang kerap aktif mengikuti kontes IAM di beberapa kota dengan yang muncul pertamakali, maka bisa jadi bisa tersalip disini.
Pada gelaran IAM Jogja 2022 ini, PT HIN Promosindo menampilkan puluhan mobil modifikasi yang digarap oleh para builder/modifikator maupun komunitas mobil di Jawa Tengah khususnya Jogja dan sekitarnya untuk bisa menjadi acuan bagi daerah lainnya, mengingat kota ini selalu menunjukkan antusiasme yang tinggi dan sekaligus kualitas mobil-mobil modifikasi yang sangat baik.